Kerinci, Suara Jelata – Awalnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci Juanda Sasmita sempat mengeluarkan pernyataan akan mencabut izin Perusahaan Otobus (PO) jasa angkutan travel yang ada di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh pasca viralnya kabar kenaikan tarif tiket angkutan travel yang diumumkan secara sepihak oleh pihak pengusaha travel Kerinci dan Sungai Penuh.
Namun, setelah duduk bersama dengan para pengusaha dan pengelola angkutan travel, (3/4) tersebut Kadishub Juanda lansung melemah dan menyampaiakan pernyataan dengan nada sepakat dengan kenaikan tersebut.
Ia mengatakan akan ikut mengawasi serta memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kenaikan harga tiket travel sebagaimana dimaksud.
“Kami dari dishub berkomitmen sama- sama membantu menjelaskan kepada masyarakat juga ke media bahwa penyesuaian (kenaikan, red) ini semata- mata demi kelangsungan travel itu sendiri” ujar Kadishub Juanda, kepada sejumlah media.
Pernyataan Kadishub Juanda ini menimbulkan tanda tanya dikalangan masyarakat,”Awalnya garang dan tegas, tapi setelah duduk bersama kok malah seakan mendukung kenaikan tarif tersebut” ujar salah seorang warga Kerinci, Sabtu (4/4).
Kini, diketahui meskipun dinilai ilegal dan merupakan keputusan sepihak kenaikan harga tiket travel tetap diberlakukan oleh pihak PO terhitung sejak 1 April 2026 seolah tanpa hambatan.
Padahal, dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit seperti saat ini, pihak PO tidak semestinya menaikkan harga tiket, apalagi hingga 12 persen dari tarif awal.
Awalnya, untuk tiket Kerinci- Padang dan sebaliknya seharga Rp. 150.000,-. Kini naik menjadi Rp. 180.000,-. Dan Kerinci- Jambi, dulunya Rp. 250.000,- kini menjadi Rp. 280.000,-. Demikian juga untuk rute- rute lainnya.
Pihak PO berdalih kenaikan tersebut karna adanya kenaikan harga suku cadang kendaraan. Padahal, sebenarnya bukan itu yang menjadi pemicu ide kenaikan harga tiket, melainkan adanya isu kenaikan harga BBM yang akan berlaku pada 1 April 2026.
Nah, pada kenyataannya tidak ada kenaikan harga BBM pada tanggal tersebut, sementara mereka telah terlanjur menyepakati kenaikan harga tiket.
“BBM gak jadi naik, tapi mereka terlanjur menaikkan harga tiket, sebaiknya diturunkan lagi supaya tidak menjadi kegaduhan di tengah masyarakat” ujar warga. (Oan)











