Berita

Admin Medsos Diduga Pemicu Tawuran Antarkelompok di Borobudur Diciduk Polisi

×

Admin Medsos Diduga Pemicu Tawuran Antarkelompok di Borobudur Diciduk Polisi

Sebarkan artikel ini
Seorang admin media sosial yang diduga menjadi salah satu pemicu tawuran antarkelompok di wilayah Borobudur, diamankan jajaran Polresta Magelang, Jumat (22/05/2026). (foto: Humas)

MAGELANG JATENG, Suara Jelata Jajaran Polresta Magelang mengamankan seorang admin media sosial yang diduga menjadi salah satu pemicu tawuran antarkelompok di wilayah Borobudur, Jumat (22/05/2026).

Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, S.H., M.H. mengatakan, pengamanan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan 110 terkait potensi gangguan keamanan dan tawuran.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Awalnya terdapat laporan dari 110. Setelah menerima laporan tersebut, anggota dari Polsek Borobudur bersama jajaran terkait, termasuk dari Muntilan, melaksanakan patroli,” kata Ipda Ady.

Dikatakan Ipda Ady, dalam patroli tersebut, petugas menemukan seorang admin akun media sosial bernama “Stembor” di depan Pasar Borobudur berinisial AIQ (17), warga asal Muntilan.

“Yang bersangkutan kemudian diamankan oleh anggota Polsek Borobudur bersama Pos Borobudur untuk dimintai keterangan di Polsek Borobudur,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Unit Reskrim Polresta Magelang kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku menyimpan senjata tajam di rumahnya.

“Petugas kemudian langsung menuju rumah yang bersangkutan dan menemukan satu buah celurit yang disimpan di atas lemari rumahnya,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, senjata tajam tersebut ditemukan saat terjadi tawuran di wilayah Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur.

Saat ini barang bukti berupa senjata tajam telah diamankan di Polresta Magelang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Penanganan kasus tersebut juga melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” terang Kasi Humas Ipda Ady.

Polidi masih mendalami keterlibatan AIQ terkait aktivitas di media sosial yang diduga memicu aksi tawuran antarkelompok di wilayah Borobudur dan sekitarnya. (Nar)