BREBES JATENG, Suara Jelata – SMP Negeri 1 Ketanggungan menyatakan kesiapan penuh melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui sistem pendaftaran daring dan jalur SMP Terbuka guna menekan angka putus sekolah di Brebes.
Gerbang pendidikan di Kabupaten Brebes bersiap memasuki babak baru.
SMP Negeri 1 Ketanggungan memastikan seluruh perangkat dan sistem telah siap menjalankan mandat Peraturan Bupati tentang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Langkah ini menjadi tonggak sejarah lantaran sistem pendaftaran kini beralih sepenuhnya ke jalur daring (online) dengan payung hukum yang lebih kokoh.
Kepala SMP Negeri 1 Ketanggungan, Edy Partoyo, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah upaya peningkatan layanan.
Baginya, kehadiran Peraturan Bupati dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang diserahkan langsung oleh Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma kepada Kepala Dindikpora Brebes Sutaryono pada Senin (25/5/2026) lalu, memberikan kepastian bagi pihak sekolah maupun orang tua siswa.
Tahun ini, sekolah menyediakan kuota sebanyak 396 kursi untuk jalur SMP reguler. Namun, yang menarik perhatian adalah penyediaan 36 kursi khusus untuk jalur SMP Terbuka.
Inovasi ini hadir sebagai solusi konkret bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan waktu namun tetap mendambakan ijazah formal.
“Jalur umum sesuai kuota zonasi, prestasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua. Sementara SMP Terbuka membuka jalur khusus untuk akses pendidikan yang lebih fleksibel,” ungkap Edy saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa meski jadwal belajar di SMP Terbuka bersifat fleksibel, interaksi tetap dilakukan secara tatap muka untuk menjaga kualitas serapan materi.
Proses pendaftaran dijadwalkan berlangsung singkat, mulai 9 hingga 12 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 15 Juni 2026.
Edy menjamin transparansi penuh dalam proses ini. Tidak ada biaya sepeser pun. Semua gratis.
Masyarakat bahkan tidak perlu berdesakan di sekolah; cukup mendaftar dari gawai di rumah masing-masing.
Kendati demikian, sekolah tetap menyediakan posko bantuan bagi warga yang gagap teknologi atau mengalami kendala jaringan.
“Khusus untuk pendaftar SMP Terbuka, calon siswa diwajibkan hadir secara fisik sebagai bagian dari verifikasi komitmen,” ujarnya.
Harapannya sederhana namun mendalam: tidak boleh ada lagi anak usia sekolah di Ketanggungan yang tertinggal hanya karena masalah biaya atau waktu. (Olam).












