Sinjai, Suara Jelata-–Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) melaksanakan kegiatan Lokakarya Kurikulum sebagai upaya strategis dalam meningkatkan kualitas akademik serta persiapan menuju reakreditasi program studi.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula gedung Pasca ini menghadirkan pakar Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si yang juga menjabat sebagai Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Selain itu, turut hadir Dekan FISIPHUM UMSi serta Rektor UMSi Prof. Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si yang membuka langsung kegiatan.
Lokakarya ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan FISIP HUM, Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai stakeholder, seperti perwakilan instansi pemerintah daerah, alumni, serta mahasiswa.
Dalam sambutannya, Dekan Fisiphum Dr. Muhammad Lutfi, S.IP., M.A menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak, khususnya stakeholder sebagai pengguna alumni.
Partisipasi tersebut dilibatkan dalam upaya memberikan perspektif praktis terhadap kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja.
“Peninjauan kurikulum ini menjadi langkah penting dalam perombakan kurikulum yang lebih adaptif, sekaligus sebagai persiapan pengajuan reakreditasi pada tahun depan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UMSi Prof. Dr. Umar Congge,S.Sos.,M.Si menyampaikan bahwa lokakarya ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan akreditasi Program Studi Ilmu Pemerintahan, dengan target mencapai akreditasi unggul.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap kurikulum yang disusun semakin relevan dengan kebutuhan pemerintahan saat ini, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu memenuhi kebutuhan stakeholder,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, kurikulum yang disusun diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan pemerintahan saat ini, mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, serta memenuhi kebutuhan stakeholder.
Sinergi antara akademisi, praktisi, dan pakar menjadi kunci dalam menghasilkan kurikulum yang aplikatif dan berdaya saing tinggi











