Berita

Antara Pembahasan RAPBD Sulsel dan Keprihatinan Kondisi Sekolah di Selayar

×

Antara Pembahasan RAPBD Sulsel dan Keprihatinan Kondisi Sekolah di Selayar

Sebarkan artikel ini

KetGam: Foto Kondisi gedung sekolah di Kepulauan Selayar/ Sumber: Sulselberita.

.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

KEPULAUAN SELAYAR, Suara Jelata—Rencana pembahasan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020 mulai dibahas pasca pelaksanaan reses. pada Rabu, (12/11),

Hal itu disambut sukacita oleh masyarakat Kabupaten Kepuluan Selayar, Sulawesi-Selatan. Sejalan dengan itu, sejumlah elemen masyarakat mulai menyuarakan aspirasinya.

Yang rangkaiankan dengan harapan mereka kepada anggota DPRD Provinsi Sulsel, utamanya dari Daerah Pemilihan  (Dapil) IV, meliputi Kabupaten Jeneponto, Selayar, dan Kabupaten Bantaeng.

Catatan aspirasi tersebut, diantaranya usulan pengalokasian pos anggaran rehabilitasi tiga unit perumahan guru, SD 132 Miantu’u, di Desa Lamantu, Kecamatan Pasimarannu, Selayar, yang kondisi fisiknya sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.

KetGam: Foto perumahan guru di Kepulauan Selayar/ Sumber: Sulselberita

“Mohon perhatian, kami pendidik dan tenaga kependidikan yang bertugas di daerah kepulauan, ingin hidup layak. Sementara, kondisi perumahan guru yang ada di sini sungguh teramat miris dan memprihatinkan,” kata Kepala Sekolah SD 132 Miantu’u, Amri A.Ma.Pd.

Harapannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan anggota DPRD Sulawesi Selatan untuk mengangkat, dan membahas persoalan perumahan SD Miantu’u menjadi skala prioritas.

“Kami juga berharap semoga pesan atau surat ini ditanggapi, dan dapat diberikan anggaran pembangunan perumahan kepala sekolah dan anggaran pembangunan pagar di sekeliling lingkungan SD 132 Miantu’u, berukuran 68 x 38 M,” ungkapnya.

Tak heran, jika saat ini, SD Miantuu, tinggal dihuni oleh dua belas orang siswa, karena kondisinya yang tidak begitu menyenangkan. Sedangkan tenaga pendidik kini tinggal tiga orang, yakni, kepala sekolah, bersama dua orang tenaga honorer.

Serupa, di SDI Timoro, di Desa Nyiur Indah, Kecamatan Takabonerate, Kepulauan Selayar, sudah bertahun-tahun diperhadapkan pada permasalahan klasik, kondisi fisik bangunan perumahan guru yang juga tidak layak huni. (*)