SINJAI, Suara Jelata— Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) Makkuraga, terus berinovasi dalam mengembangkan produk unggulan yang dapat menjadi potensi penambah pundi Pendapatan Asli Desa (PADes). Sabtu, (12/03/2022).
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Makkuraga ini terletak di Dusun Hilalang, Desa Lamatti riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai.
Salah satu industri kecil yang dianggap layak dijalankan di Desa Lamatti riaja, kini BUMDes Makkuraga memiliki produk unggulan, yakni tahu dan tempe dengan bahan baku kedelai original, tanpa bahan pengawet, tanpa ampas, diolah dengan air bersih, serta rumah produksi yang higienis.
Tahu dan tempe olahan BUMDes Makkuraga hadir dengan cita rasa lebih renyah, gurih dan lezat.
Direktur BUMDes Makkuraga, Sriwanto, mengatakan bahwa pabrik tahu tempe BUMDes Makkuraga baru berjalan kurang lebih 2 bulan, namun kendala yang dialami saat ini adalah melonjaknya harga kacang kedelai yang sangat signifikan.
“Melonjaknya harga kacang kedelai yang sangat signifikan, sehingga produksi kami masih kurang” katanya. Sabtu, (12/03/2022).
Sriwanto berharap kepada pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, terkhusus pemerintah desa untuk merubah mindset petani untuk membudidayakan kedelai.
“Jadi harapan kami adalah pemerintah daerah, kecamatan, terkhusus pemerintah Desa untuk merubah mindset petani untuk berkeinginan mencanangkan budidaya kedelai khususnya di wilayah kecamatan Bulupoddo, karena pasar sudah jelas dengan adanya pabrik tahu dan tempe di dDsa Lamatti Riaja” harapnya.











