GOWA, Suara Jelata — Tepat dua hari setelah Rektor baru Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar (UINAM) terpilih, mahasiswa kembali mengkampanyekan beberapa hal terkait persoalan di Kampusnya. Kamis, (25/7/2019).
Mereka mempersoalkan terkait problem yang hadir selama Rektor sebelumnya menjabat, Prof. Musafir Pababari, di zamannya dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan, di antaranya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilainya teramat mahal, dan Pembungkaman Demokrasi, serta kasus Skorsing dan Drop Out (DO).
Mereka adalah mahasiswa UINAM yang menamai dirinya, Kamis Melawan Redup (KAMERD), aksi tersebut dilaksanakannya sebagai agenda kampanye agar tidak melupakan problem-problem di Kampus UINAM.
“Aksi ini sebagai aksi kampanye yang akan kita lakukan terus, hingga mereka para Birokrat mampu mengakomodir keinginan serta mampu menyelesaikan masalah di Kampus ini,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut terlihat ‘Dresscode Hitam’ dan beberapa Jargon bertuliskan “Ukt yang mahal, Pembungkaman ademokrasi, Skorsing & Drop Out” yang dianggap sebagai masalah besar pada hari ini.
“Kami telah mendapati lagi masalah baru, yaitu penentuan Ukt untuk mahasiswa baru. Para Maba dijebak lewat surat pernyataan yang dibuat oleh Panitia penerima Maba, sehingga tidak ada upaya untuk maba meninjau ulang UKT-nya,” katanya.
Dengan penuh harapan, mereka kembali berjalan menuju kedepan Gedung Rektorat Kampusnya agar dapat dilirik oleh seluruh khalayak.
Alam











