News

Mahasiswa Ini Kritik Daerahnya, Manfaatkan Media Sosial

×

Mahasiswa Ini Kritik Daerahnya, Manfaatkan Media Sosial

Sebarkan artikel ini

MADINA, Suara Jelata–Ditengah pesatnya perkembangan teknologi digital, sudah seharusnya instansi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) aktif menggunakan Media Sosial (Medsos) digital.

Hal itu disampaikan oleh mahasiswa di pulau Jawa Arif Rahman Nasution atau yang akrab disapa AR Nasution. Selasa, (7/4/2020).

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Mahasiswa yang akrab di sapa AR itu berpendapat hal ini untuk mempermudah masyarakat
dalam menyampaikan aspirasinya, ataupun keluh kesahnya.

“Mengingat era sekarang ini kan, negara kita sudah ikut menginjak Revolusi Industri 4.0, yang
dimana hampir segala sektor mulai ter-digitalisasi. Saya sarankan Pemda Madina juga memanfaat kan itu, aktif menggunakan medsos,” katanya.

Ia lalu mengambil contoh IG (Instagram) dan FB (Facebook) menurutnya akan memudahkan masyarakat untuk mengadu atau menyampaikan aspirasi.

“Kalau mengandalkan DPR sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan, kan kadang banyak yang
lupa kalau udah duduk, bahkan tidak jarang hanya turun ke masyarakat pada saat kampanye saja, sementara masyarakat setiap harinya pasti ada hal yang mau di sampaikan,” tambahnya.

AR Nasution mengaku tidak menemukan akun media sosial Instansi Pemda Madina di beberapa kanal medsos.

“Saya sudah mencari-cari ya, tapi tidak saya temukan. Kalau memang sudah ada ya bagus, dan tolong infokan bagi yang tau,” ungkapnya.

Mahasiswa perantau ini juga berpendapat bahwa medsos tidak hanya perlu untuk instansinya saja,
tapi juga personal.

“Seharusnya tidak hanya Instansi saja ya, orang-orangnya juga. Agar bisa langsung tersampaikan, terutama pemimpinnya tuh,” katanya.

Tidak sampai situ, dia juga memberikan pesan agar pemerintah jangan takut di kritik.

“Kalau dengan menggunakan medsos, mereka takut di kritik. Lo ngapain duduk disana, kan kita penganut sistem demokrasi. Ya wajar, kecuali tidak sesuai aturan, pemerintah itu bukan dewa kok yang harus di puja-puja,” ketusnya.

Dia juga berharap agar mahasiswa daerah menyampaikan hal yang sama, dan berpesan jangan takut mengkritik kalau sesuai aturan.

Fatahillah