DAERAHNews

Curhat Pengusaha UMKM, Sulitnya Order di Tengah Pandemi Covid-19

×

Curhat Pengusaha UMKM, Sulitnya Order di Tengah Pandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini

SINJAI, Suara Jelata— Virus Corona turut menekan dunia usaha, termasuk di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Para pelaku usaha ini mengaku kondisi sekarang lebih sulit dibandingkan krisis ekonomi tahun 1998. Jumat, (8/5/2020).

Slamet Riyadi, selaku Pengusaha yang juga Politisi Partai Perindo Sinjai menilai, situasi saat ini jauh lebih menekan UMKM. Padahal, UMKM menjadi sektor penyelamat ekonomi domestik saat krisis terjadi di 1998.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Menurutnya, keadaan sekarang ini sangat mengkhawatirkan, karena hampir semua UMKM sudah merugi, malah banyak yang sampai tutup usahanya akibat Covid-19 ini.

“Kerugian yang diderita rata-rata sudah sekitar 80 persen, dari penyebaran virus corona ini antara lain, jasa transportasi, jasa rias pengantin, jasa fotografi, jasa percetakan, warkop/Kafe, hingga kuliner” kata Adi atau codet, sapaan akrabnya.

“Permasalahan utama saat ini adalah sulitnya order di tengah pendemi. Apalagi pemerintah melakukan himbauan untuk karantina diri atau jaga jarak sosial (social distancing). Hal ini juga menjadi faktor sulitnya situasi UMKM” tambahnya.

Kata Adi, saat ini, yang ditunggu adalah kesigapan atau reaksi cepat Pemerintah untuk kemudian lebih aktif dalam memutus rantai penyebaran covid-19. Karena menurutnya, inilah salah satu yang sangat dinantikan, khususnya pelaku UMKM untuk mereka beraktifitas normal kembali.

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran, bukan hanya kepada warga miskin saja, tetapi lebih penting pula kepada pelaku UMKM.

“Kalau mereka tidak tersentuh, kekhawatiran mereka pula yang rentang miskin bahkan jatuh miskin” kuncinya.

Hutomo