Bantuan ACT Untuk Gempa Sulbar, ABM: Terima Kasih Kepeduliannya

  • Whatsapp

MAMUJU, Suara Jelata— 16 Tahun Aksi Cepat Tanggap (ACT) berjalan di Indonesia dan terus fokus pada kondisi tanggap darurat bencana alam.

Sejak tanggal 1 Februari 2021, Kapal kemanusiaan ACT yang mengangkut 1000 Ton beras dan logistik lainnya yang akan didistribusikan kepada korban gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar), telah berlabuh di pelabuhan Belang-belang.

Bacaan Lainnya

Pada Selasa, 2 Februari, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) berkesempatan melihat langsung Kapal tersebut. Sekaligus melepaskan secara resmi Armada yang mengangkut logistik dan bantuan lainnya, untuk segera didistribusikan kepada korban gempa.

Pada kesempatan itu, ABM menyampaikan ucapan terima kasih kepada ACT Indonesia atas kepeduliannya untuk masyarakat Sulbar yang hingga saat ini masih dirundung musibah.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bernilai ibadah” imbuhnya. Kamis, (04/02/2021).

Ia juga membeberkan bahwa saat ini pemerintah dan masyarakat Sulbar sedang melakukan pemulihan kondisi, baik aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan instruktur, sehingga membutuhkan donasi dari berbagai pihak.

“Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut sebagai upaya dalam mengatasi kebutuhan dasar masyarakat dan pemerintah Sulbar” harapnya.

Dalam pendistribusian dan penanganan bencana, telah terjalin sinergitas baik itu dengan Satgas, pemerintah pusat, dan para relawan. Sehingga, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang berebut dalam mendapatkan bantuan.

Head Regional ACT Bali Nusra, Syahrul Mubarak menyampaikan, bahwa ACT sudah 16 tahun berjalan di Indonesia dan fokus pada kondisi tanggap darurat bencana alam, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

Kapal kemanusiaan tersebut memuat 1000 Ton beras, air mineral, makanan ringan untuk anak, popok bayi, roti, gula pasir, dan logistik lainnya. Selanjutnya, didistribusikan kepada korban gempa khususnya yang berada di daerah terisolir.

Dikemukakan, sejak terjadinya gempa bumi Mamuju dan Majene, Sulbar pada 15 Januari 2021, beberapa aksi telah dilakukan ACT. Tidak kurang dari 500 relawan telah dikirim untuk membantu rescue hingga pendistribusian bantuan.

Syahrul menyebutkan dari 250 titik bantuan, hingga 2 Februari, sekitar 135 telah didistribusi. Juga terdapat Armada yang telah memproduksi 15.000 porsi, dan Water Truck 225.000 liter air bersih telah diberikan kepada warga khususnya di daerah pegunungan. Juga mengaktifasi kembali UMKM dalam rangka membantu mengaktifkan kembali perekonomian di Sulbar.

“Ini sebagai wujud kepedulian kita terhadap para korban. Ini juga sekaligus menunjukkan kedermawanan masyarakat Indonesia. Terbukti, 1000 Ton beras dikumpulkan hanya kurang lebih 10 hari, yang sebelumnya jumlah tersebut biasa dikumpulkan dalam waktu sebulan” jelas Syahrul.

Lanjutnya, ia menyampaikan jika kapal kemanusiaan ini sekaligus menjembatani masyarakat Indonesia yang menitipkan donasi dalam bentuk logistik.

“Kita berharap semoga bantuan ini menguatkan dan membangkitkan kembali masyarakat yang terdampak gempa,” kuncinya.

Diketahui, kapal kemanusiaan ACT berlayar dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sejak tanggal 27 Januari.

Andini (Alumni SJ III)

  • Whatsapp
loading...