Zainal Iskandar Yakin Terdapat Kebocoran PAD di TPI Lappa

  • Whatsapp

SINJAI, Suara Jelata— Ketua Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRD Sinjai, Andi Zainal Iskandar, dalam rapat kerja Komisi II DPRD Kab. Sinjai, menyoroti Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa Sinjai, sekaligus kinerja Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang telah menerima kucuran dana sekitar 100 juta Rupiah.

A. Zainal bilang, Pemerintah kabupaten Sinjai menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TPI Lappa Rp.750 juta, sedangkan tahun lalu Rp.600 juta. Hanya saja, kata A. Zainal dinas terkait mengeluhkan target tersebut.

Bacaan Lainnya

“Anggarannya tadi dikeluhkan oleh kepala Dinas Perikananan terkait targetnya yang tinggi. Padahal bukan targetnya yang tinggi, akan tetapi manajemen pengelolaannya pasti ada yang bocor, sehingga tugas dinas terkait yang membenahi,” tegas A. Zainal di Ruang Rapat Komisi II, Selasa (27/04/2021).

Zainal menambahkan, di dalam UU 23 tercantum TPI sudah menjadi kewenangan provinsi, hanya saja baru-baru ini terdapat kerja sama antara pemerintah provinsi dan bupati yakni, pengelolaannya tetap kabupaten yang kelolah dengan pendapatan sekian.

“Targetnya tahun ini sekitar Rp750 juta, lebih kecil dibandingkan dengan target TPI di Makassar sekitar Rp1 miliar. Pasti pengelolaannya ada yang bocor,” jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan Sinjai, Haris Ahmad mengaku, mengeluh dengan target TPI tahun ini, karena lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

“Tahun lalu saja targetnya tidak terealisasi, sedangkan tahun ini dinaikkan,” jelasnya saat rapat.

Selanjutnya, A. Zainal juga menyinggung Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang telah mendapatkan kucuran dana sekitar Rp100 juta. Namun, masih banyak warga yang mengeluh tidak mendapatkan pupuk.

“Gapoktan ini, harus dibenahi karena, masih ada warga yang menjerit mengenai pupuk,” ujarnya.

Penulis: MG Jannah
Editor: Taqwa
  • Whatsapp
loading...