Mengenal Kisah Astuti, Penjual Bunga di Trotoar Samping Rujab Bupati Sinjai

Kisah | News

SINJAI, Suara Jelata— Mencari pekerjaan yang layak sesuai dengan harapan di zaman sekarang ini, tentunya tidak semudah yang diinginkan.

Olehnya itu, sebagai ummat manusia lebih baiknya menurunkan sedikit sikap ego dan gengsi utamanya dalam melakoni suatu pekerjaan.

Seperti itu lah prinsip Astuti seorang remaja berusia 20 tahun ini, siap melakoni segala jenis pekerjaan sepanjang pekerjaan itu halal yakni, salah satunya menjadi penjual bunga, setiap hari menggunakan trotoar bahu Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Biringgere, Kabupaten Sinjai tidak jauh dari Rujab Bupati Sinjai.

Dengan mata yang terlihat berkaca-kaca di balik masker berwarna abu-abu, Astuti mulai menceritakan kisah hidupnya hingga akhirnya, takdir membawanya untuk bekerja sebagai penjual bunga, sekaligus menjadi karyawan pada salah seorang pengusaha bunga yang berlokasi di BTN Lappa Mas 1 Blok N 1 No.18.

Perempuan yang mengenakan kerudung hitam yang senada dengan pakaiannya ini mengungkapkan, setelah lulus SMA tidak lagi melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi sehingga Astuti, mau tidak mau harus tinggal di rumah dan menjadi pengangguran.

Olehnya itu, dengan berlalunya waktu Astuti yang menghabiskan waktunya hanya berdiam diri di rumah, tiba-tiba di landa rasa bosan sehingga berniat untuk mencari pekerjaan, dari pada sebutnya hanya tinggal di Rumah, lebih baik keluar untuk mencari pekerjaan.

Namun naas Astuti tidak seberuntung orang lain yang dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan, di mana kenyataannya meskipun sudah beberapa kali melamar pekerjaan, namun Astuti pada saat itu belum juga memperoleh pekerjaan.

Hingga akhirnya, Astuti bertemu dengan keluarganya yang kebetulan bersahabat dengan pengusaha bunga, yang saat ini sedang mempekerjakan Astuti. Di mana biasanya disebut sebagai “Bos”.

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.

Penulis: JannahEditor: Taqwa