PAMEKASAN, SUara Jelata— Mahasiswa dan Ormawa yang tergabung di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura kembali melalukan aksi unjuk rasa Jilid III di depan halaman masuk kampus IAIN Madura, Jl. Panglegur Pamekasan, Madura, Provinsi Jawa Timur. Jum’at, (30/07/2021).
Aksi Jilid III ini menyusul ketika aksi Jilid II, (29/07) kemaren, tidak ditemui Rektor IAIN Madura dengan alasan sakit.
Bahkan massa aksi Jilid II sempat bermalam di kampus IAIN Madura.
Massa aksi itu dikawal langsung oleh Kaporles Pamekasan terhadap mahasiswa yang juga mengatasnamakan mahasiswa IAIN Madura Menggugat itu.
Dengan kekecewaan massa aksi mereka juga membakar ban bekas sambil memblokade jalan sehingga sempat mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Mereka meminta pemotongan UKT dari semester 1-3 sebesar 25 % + kouta 150 ribu tanpa syarat, pemotongan UKT semester 5 – 7 sebesar 30 % dan kouta 150 ribu tanpa syarat, pemotongan UKT untuk semester 9-13 sebesar 50 % tanpa syarat.
Mereka juga meminta untuk mengembalikan sebagian uang mahasiswa baru yang sudah membayar UKT sesuai tuntutan yang diajukan.
Selain itu mereka juga meminta sistem pembelajaran diperbaiki untuk mahasiswa IAIN Madura semester 1-3 dengan mengikuti perkuliahan secara offline dan segera mengeluarkan petunjuk pelaksanaan dan tekhnis terkait mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online bagi mahasiswa semester 5 – 7 dengan mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 di Pamekasan.
Bahkan mereka juga menuntut fasilitas kampus untuk harus segera diperbaiki oleh Rektor IAIN Madura.
Presma IAIN Madura, Syaiful Bahri juga mengatakan kepada Rektor IAIN Madura untuk menyetop meneror bagi mahasiswa IAIN Madura terutama bagi mahasiswa yang mengikuti aksi akan dikurangi nilainya hingga mereka bagi mahasiswa bidikmisi akan dicabut apabila mengikuti aksi.
“stop terror dan kebebasan berpendapat dengan label kode etik,” teriak Syaiful Bahri.
Sementara itu, Rektor IAIN Madura, Moh. Kosim M. Ag akhirnya menemui peserta massa aksi.
Moh. Kosim M. Ag juga membenarkan alasan dirinya tidak hadir kemaren karena dalam keadaan kondisi yang kurang sehat.
Orang nomor 1 di IAIN Madura itu juga mengatakan akan segera menindaklanjuti tuntutan dari poin-poin yang disampaikan oleh Mahasiswa IAIN Madura.
“Kuliah luring juga akan kita umumkan dengan mempertimbangkan situasi Covid -19 terbaru,’’ katanya.
Dia juga membantah terkait teror bagi mahasiswa IAIN Madura yang mengikuti demonstrasi.
“Ini lembaga pendidikan kita mengatur sebisa mungkin kita bina bukan ke lembaga hukum (pidana) dan terkait surat hanyalah surat untuk menghadiri sebagai saksi (kode etik), kalo tidak mau hadir ya tidak apa-apa,” ujarnya.
Terkait tuntutan UKT, tambah Kosim, akan segera dibawa ke forum rapat pimpinan Wakil Rektor IAIN Madura.
Diketahui, massa aksi sempat melakukan aksi unjuk rasa Jilid 1, (25/07) yang ditemui langsung oleh Rektor IAIN Madura namun massa aksi merasa tidak puas sehingga kembali melakukan aksi Jilid II, (29/07) yang berujung tidak ditemui Rektor IAIN Madura karena dalam keadaan kurang sehat.
Hingga massa aksi kembali melakukan aksi Lanjutan Jilid II, (30/07) dan kembali ditemui langsung oleh Rektor IAIN Madura.











