Puluhan Ribu Peserta Didik di Sinjai Sudah Rasakan Bantuan Seragam Gratis Bupati ASA

SINJAI, Suara Jelata—Sebanyak 20.065 peserta didik di Kabupaten Sinjai telah merasakan program bantuan seragam sekolah gratis yang disiapkan Pemkab Sinjai dibawah kepemimpinan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA). Rabu, (26/1/2022).

Jumlah tersebut merupakan realisasi pelaksanaan program bantuan seragam sekolah selama tiga tahun terakhir sejak digulirkan tahun 2019 lalu bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dari data Disdik Sinjai, rincian penerima bantuan seragam sekolah, diantaranya tahun 2019 menyentuh 6.747 peserta didik baru dengan besaran anggaran Rp2,4 miliar lebih, 2020 sebanyak 6.697 orang dengan alokasi anggaran Rp2,6 miliar lebih dan tahun 2021 sebanyak 6.621 orang dengan alokasi anggaran Rp2,8 miliar lebih.

Kadisdik Sinjai, melalui Kepala Bidang SMP, Akbar Akib menuturkan, program unggulan yang direalisasikan sejak tahun pertama kepemimpinan Bupati ASA bertujuan untuk meringankan beban orang tua peserta didik.

Para orang tua, kata Akbar Akib tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli seragam sekolah sebab sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai.

“Jadi selama program ini berjalan tahun 2019 lalu, orang tua siswa tidak lagi terbebani dengan seragam, tidak perlu lagi membeli seragam karena sudah disiapkan melalui program ini,” katanya.

Selain seragam, bantuan ini juga menyentuh perlengkapan sekolah mulai dari tas hingga peralatan tulis menulis berupa buku beserta pulpennya. Bahkan sudah menyentuh sekolah swasta.

“Memang komplit sudah ada semua dari seragam, topi, dasi tas sampai buku dan pulpen ada semua kecuali sepatu yang tidak disiapkan. Jadi ini memang sangat membantu orang tua siswa karena sudah berkembang ke sekolah swasta,” jelasnya.

Terpisah Bupati ASA, mengatakan, sasaran pemberian bantuan seragam sekolah gratis ini, selain meringankan beban orang tua program ini menjadi sebuah gerakan menjaring anak yang berhenti sekolah dan menekan angka putus sekolah.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pelaksanaan wajib belajar 12 tahun, dengan harapan dapat meningkatkan dan menunjang kualitas pendidikan di Sinjai,” jelasnya.

Bupati ASA memastikan program ini tetap berlanjut hingga akhir periode kepemimpinannya.

“Namanya pendidikan, ya harus diprioritaskan karena hak dasar masyarakat. Makanya program ini terus berlanjut meski keuangan daerah kita terbatas”, jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Grup Telegram "suarajelata.com News Update", caranya klik link https://t.me/suarajelatacomupdate, kemudian join.