SOPPENG, Suara Jelata— Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng melaksanakan Pertemuan Penyusunan Rencana Kegiatan Aksi I (Analisis Situasi) program penurunan stunting di Kabupaten Soppeng, di Hark Cafe dan Eatery, Jalan Malaka. Rabu, (13/04/2022).
Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Sallang, SKM.,M.Kes. dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 13 April 2022 dengan peserta yang terdiri dari para Kepala SKPD terkait, para Camat, Organisasi Profesi, perguruan tinggi dan tanggal 14 April 2022 dengan peserta yang terdiri dari para kepala desa/lurah dan ketua TP. PKK Kecamatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama, baik dalam lintas program maupun lintas sektor untuk mendukung program penurunan stunting di Kabupaten Soppeng.
Bupati Soppeng yang diwakili oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. H. Lutfi Halide, MP membuka secara resmi kegiatan ini.
Dalam sambutannya mengatakan bahwa, masalah gizi dan kesehatan di masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan secara medis dalam hal ini masalah kesehatan gizi stunting merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga serta perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat.
Lanjutnya, gizi masyarakat akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan umur harapan hidup yang merupakan salah satu unsur utama dalam penentuan keberhasilan pembangunan negara yang dikenal dengan dengan istilah Human Development Index (HDI).
Perkembangan masalah gizi semakin kompleks, oleh karena itu pada kesempatan ini, dirinya ingin mengingatkan kembali begitu seriusnya masalah stunting ini sehingga dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan.
Wakil Bupati berharap teman yang ada di lapangan bisa melakukan dengan stunting dengan 8 aksi, yaitu analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati tentang peran desa/lurah, pembinaan Kader Pembangunan Masyarakat, sitem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting dan review data yang ada.
“Saya sampaikan bahwa atas kerja sama kita semua, penurunan Stunting di Kabupaten Soppeng pada tahun 2021 ini angkanya sangat signifikan, dimana kita masuk ke dalam 10 besar, kedepan semoga dengan kerja ikhlas dari teman- teman, desa kita dapat masuk ke babak atas” jelas Lutfi Halide.











