Hadir di Brebes, Kepala BKKBN RI, Berikan Penyuluhan Percepatan Penurunan Stunting

DAERAH | News

 

 

BREBES JATENGSuara Jelata – Kepala BKKBN RI hadir di acara peluncuran materi penyuluhan audiovisual bagi para penyuluh agama dalam program percepatan penurunan Stunting di kabupaten Brebes, bertempat di Pendopo Bupati Brebes Jawa tengah, Senin (28/11/2022).

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes, Kementerian Agama RI, Deputi III Kemenko PMK, jajaran BKKBN Jawa tengah, para penyuluh agama Se-Jawa Tengah, ketua MUI Jawa tengah, kepala KUA Se-Jawa Tengah, baik Luring maupun daring, hadir pula sesepuh brebes Roissurya PBNU Brebes KH.Subekhan Ma’mun, dan tokoh kebangsaan kita Prof. DR. Hamka Hak, sebagai tamu kehormatan dan narasumber dalam peluncuran materi penyuluhan percepatan penurunan Stunting secara audiovisual yang pertama kali di Indonesia, dilaksanakan di kabupaten Brebes.

 

Dalam sambutanya Kepala BKKBN RI, Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo S.PoG (K). Menyampaikan apresiasi kepada ibu Bupati Brebes, yang dengan ide ide dan inisiatif beliau, setiap tahun dan hari ini kami kerjakan bersama di Brebes semoga ini menjadi tinggalan terbaik beliau, Terima kasih juga kepala KUA Se-Jawa tengah dan para penyuluh agama yang mengikuti secara virtual dan semua sesepuh kiyai alim ulama serta hadirin yang hadir dan yang tidak bisa di sebutkan satu satu.

Dijelaskan setiap tahun Bangsa indonesia jumlah yang hamil itu mencapai 4,8 juta, dan sekarang angka Stunting kita mencapai 24,4% skala nasional, kita ingat arahan bapak wakil presiden di istana Wapres, dalam hal ini beliau selaku ketua pengarah dalam peraturan presiden dan saya adalah ketua pelaksana, Beliau memberikan pemahaman tentang program perluasan penurunan Stunting, dan hari ini baru pertama kali peluncuran materi penyuluhan audiovisual bagi para penyuluh agama dalam program perluasan percepatan penurunan Stunting kita laksanakan di kabupaten Brebes, ini untuk pertama kalinya ada di Brebes untuk Indonesia, dan seterusnya kita akan menyasar ke kabupaten/ kota lainnya.

 

“Kami dari BKKBN tahu betul sudah ada banyak penyuluh penyuluh agama yang jumlahnya 50 ribu lebih, dan di kami BKKBN cuma ada penyuluh KB yang bertugas membina keluarga berkualitas, dan pemahaman tentang implan, kondom,kontrasepsi hanya untuk mendorong keluarga agar sehat, sakinah mawadah dan membangun keluarga mandiri dan tentram, kami hanya tahu memberikan penyuluhan sesuai visi BKKBN, maka itu kami berharap pihak Kemenag bisa memberikan ilmu kepada kami, untuk memberikan ilmu penyuluhan agama kepada penyuluh-penyuluh kami, agar penyuluh kami mendapat ilmu, karena kita tau kita harus dekat dengan ulama karena memimpin negara tanpa peran ulama itu sangat berat,” jelas Hasto Wardoyo.

 

Begitu juga dengan Stunting, lanjut Hasto, Stunting itu memang pendek dan kemampuannya rendah dari rata rata, akan tetapi yang pendek atau yang rendah juga belum tentu Stunting, dan rata-rata orang yang Stunting dalam usia 45 tahun sudah mudah sakit, dan kurang berkualitas hidupnya, maka kita harus bersama sama untuk sukseskan program penurunan stanting secara serentak bekerja sama BKKBN dengan Kementerian Agama RI.

 

Masih kata Kepala BKKBN, di Indonesia angka pernikahan mencapai hingga 2 juta dan spirit toleransi nya hanya untuk hamil setelah menikah, untuk angka kehamilan sendiri mencapai 1,6 juta dari angka tersebut dan yang Stunting mencapai hingga 400 ribu.

 

“Maka kita harus bisa mencegah angka Stunting tersebut agar tidak ada lagi Stunting di kabupaten Brebes, kita tau bahwa bayi yang berkualitas itu tergantung juga dengan kedua orang tuanya, maka kita harus menjaga kesehatan pada orang tua antisipasi jelang pernikahan, sebagaimana MOU dengan kementrian.

 

“Setiap yang mau menikah harus diperiksa lingkar lengan dan HB nya, bagi yang tidak normal nanti akan mendapat pendampingan dan wajib untuk diperiksa, sebagai contoh bibit lelaki akan di ciptakan pada 75 hari maka harus di siapkan 3 bulan sebelumnya menjaga kesehatan agar tidak menciptakan Stunting pada kehamilan setelah menikah,” terangnya.

 

“Artinya penyuluh harus memberikan edukasi dan pemahaman kepada para calon pengantin sedini mungkin, Dalam ilmu kedokteran saya pelajari ternyata Allah itu sudah menciptakan bayi dalam 56 hari lalu tinggal membesarkannya, Jadi pada pokoknya menjaga kehamilan sehat itu sangat penting, untuk mencegah Stunting, dan pintu awal keluarga baru itu melalui para penyuluh KUA,” tambah Hasto Wardoyo

 

Dalam acara peluncuran materi penyuluhan audiovisual para penyuluh agama yang hadir di pendopo kabupaten Brebes juga di hibur dengan acara pemberian door prize kepada para penyuluh agama dan para wartawan dan semua undangan yang hadir yang dapat menjawab pertanyaan pertanyaan dari para tamu kehormatan dan narasumber secara bergiliran. (Olam) 

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.