NasionalNewsPeristiwaPolriSosial

Kekeringan Melanda Papua Tengah, Kapolri Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

×

Kekeringan Melanda Papua Tengah, Kapolri Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sebarkan artikel ini
Warga Papua Tengah menerima bantuan beras dan paket sembako dari Kapolri, Kamis (10/08/2023). (foto: Divhumas Polri/Iwan SJ)

JAKARTA, Suara Jelata Kekeringan melanda wilayah Papua Tengah dan mengakibatkan banyak warga terdampak dan terjadi kelaparan. Peduli terhadap bencana tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menyalurkan 264,7 ton beras hingga 1.500 paket sembako untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak di daerah tersebut.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengungkapkan, bantuan itu sudah dikirimkan ke wilayah Papua Tengah yang selanjutnya akan langsung diserahkan ke masyarakat yang membutuhkan.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

“Jumlah bantuan sosial saat ini sebanyak 264,7 ton beras,” kata Sandi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/08/2023).

Penyerahan bantuan dari Kapolri untuk masyarakat terdampak kekeringan dan kelaparan di Papua Tengah. (foto: Divhumas Polri/Iwan SJ)

Tak hanya itu, Sandi menyebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengirimkan 1.500 paket sembako, berisikan, beras 5 Kg, mie instan, susu kental manis, ikan sarden, dan kecap manis. Kemudian, dikirimkan pula bantuan untuk masyarakat berupa jaket dewasa sebanyak 1.000 pieces dan jaket anak 150 buah.

Menurut Sandi, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan tersebut, Polri bersinergi dengan seluruh pihak terkait.

“Polri bekerjasama dengan TNI, BNPB dan Pemda Kabupaten Puncak untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan tersebut,” ujar Sandi.

Sandi menjelaskan, bantuan itu akan dibawa dengan menggunakan pesawat terbang dari Timika menuju lokasi bencana di Agandume sekitar 40 menit dan ke Sinak sekira 1 jam.

“Bantuan yang sampai di Agandume kemudian di distribusikan menuju jalur darat atau jalan kaki ke Lambewi dan Oneri dengan estimasi selama setengah hari,” ucap Sandi. (Iwan)