Lakukan Kerja Sosial, Tim “Saiber” Dapat Respon Positif

Berita | DAERAH | PROFIL | Sosial
Pimpinan Tim Saiber, Drs. Syahril Abdurrajak, M.Si. (foto: tangkapan layar video/Ateng)

KOTA TERNATE MALUT, Suara Jelata “Kebersihan adalah sebagian dari iman”, kalimat ini yang mendasari Tim “Saiber” intens bergerak melakukan aksi bersih-bersih pada masjid dan musala yang ada di Kota Ternate.

Saiber (Satuan Ikhlas Bersih Toilet dan Tempat Wudhu Masjid) ini dibentuk sejak Agustus 2023 lalu dan beranggotakan 30 personel yang memiliki kemampuan teknis. Mereka bertugas melakukan kerja bersih-bersih di setiap masjid dan musala yang ada di setiap kelurahan.

Kepada Suara Jelata, Senin (15/04/2024), Ketua Tim Saiber Kota Ternate, Drs. Syahril Abdurrajak, M.Si. mengatakan, Saiber kerjanya tidak terbatas pada pembersihan toilet dan tempat wudhu masjid dan musala. Tetapi juga tempat-tempat yang dianggap keramat seperti Makam Sultan Babullah.

Diketahui Sultan Babullah adalah salah satu tokoh pahlawan yang berpengaruh dalam mengusir Portugis dari bumi Moloku Kie Raha.

Lebih dari itu, Tim Saiber yang dikomandoi Syahril juga menyambangi pondok pesantren, serta berbagi dengan para janda, fakir miskin, dan anak yatim piatu.

“Saya bersama Tim Saiber dan masyarakat yang ada di Kelurahan Foramadiahi, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate Maluku Utara telah bergotong-royong merehab fisik bangunan makam yang rusak. Ini adalah wujud dari rasa kepedulian sosial kami sebagai anak negeri,” ujar Syahril yang juga mantan Sekda Kabupaten Halmahera Barat.

Kandidat Calon Walikota Ternate 2024-2029 ini juga mengungkapkan, sejak dibentuk pada Agustus lalu, tim ini telah melakukan kerja sosial kurang lebih di sepuluh kelurahan. Jumlah tersebut bakal bertambah sesuai target, tim akan terus bergerak merambah seluruh kelurahan dalam Kota Ternate.

“Alhamdulillah, kami mendapat respon positif dari masyarakat bahkan masyarakat setempat pun turut bergotong-royong bersama tim kami,” ujarnya.

Rencananya Tim Saiber ini akan dibentuk juga di beberapa kecamatan terluar dalam wilayah administratif Kota Ternate. Kecamatan tersebut adalah Hiri, Moti dan Pulau Batang Dua.

Syahril menegaskan, keberadaan tim melalui kerja-kerja sosial ini sama sekali tidak berhubungan dengan kepentingan politik praktis.

“Ini sesungguhnya adalah wujud dari panggilan sosial dan moral untuk mau melakukan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat Kota Ternate. Saya tak lupa menghaturkan rasa terimakasih atas atensi, dukungan dan kerjasama. Insya Allah Ternate ke depannya akan lebih baik,” tutup Syahril. (Ateng)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.