BREBES JATENG, Suara Jelata – Merobohkan sapi lebih mudah tanpa kekerasan dan melibatkan banyak orang, apakah bisa?
Tentu bisa, di sini Kepala Dinas Peternakan, Kabupaten Brebes, Drh.Ismu Subroto.M.Si memaparkan sebuah teknik khusus untuk merobohkan sapi kurban tanpa harus menggunakan kekerasan.
Dengan teknik ini anda bisa menyembelih hewan besar tersebut dengan cara lebih hewani. Bagaimana tekniknya?
“Tips dan trik untuk membuat sapi jatuh ke tanah hanya dengan simpul tali. Tak butuh banyak orang untuk melakukan ini dan tentunya tidak harus menyakiti,” kata Ismu Subroto sembari memptaktekan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Rabu (5/6/2024).
Ismu menjelaskan, ada tiga metode yang bisa digunakan untuk menjatuhkan sapi kurban agar siap disembelih. Metode pertama disebut burley dan kedua disebut rope squeeze.
Padahal, menurut dia, proses penyembelihan hewan khususnya yang berukuran besar seperti sapi, bagi yang belum berpengalaman membutuhkan banyak tenaga. Terlebih saat proses merobohkan hewan tersebut.
Disebutkan, para jagal hewan profesional membeberkan rahasia merobohkan sapi dengan cara mudah, yaitu menggunakan metode tali temali.
“Salah satu metode mengklaim, cara itu tidak perlu melibatkan banyak tenaga. Selain itu dengan metode ini, proses merobohkan sapi dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Ismu didampingi Kabid Budi Santoso serta Drh, Wiwin.
Ismu menerangkan, ada tiga cara atau metode untuk merobohkan sapi biar tidak terlalu menyiksa, yakni metode penelitian metode squishy. Jadi prinsipnya supaya sapi itu jatuhnya tidak terlalu menyakitkan.
“Di antara pinggul sapi itu ada titik yang kalau ditekan dia akan berubah dengan sendirinya idealnya,” jelasnya.
Sebelumnya, kata dia, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan yang namanya SKS. Berstatus keterangan status reproduksi, jadi diketahui yang akan dipotong itu misal betina produktif atau betina yang sudah tidak bisa reproduksi.
“Lah itu (betina yang sudah tidak reproduksi) yang boleh dipotong atau betina yang cacat. Dan betina yang masih produktif itu tidak boleh dipotong. Betina boleh tapi ada syaratnya majir atau yang minimal non produktif,” terangnya.
Adapun pelaksanaannya hanya cukup dilakukan satu atau dua orang saja, untuk durasi waktu bisa cepat tergantung sapinya.
“Jika sapi itu galak mungkin agak lama, tapi kalau jinak tidak sampai 30 menit sudah dapat roboh,” ucapnya.
Dikatakannya, untuk menggunakan metode ini, pastikan lokasi penyembelihan harus strategis, yaitu terdapat tiang atau pohon sebagai tempat mengikat sapi agar tidak melarikan diri.
Untuk kemudian siapkan tali untuk mengikat tubuh sapi. Tali yang digunakan adalah tali tambang yang tebal agar tidak mudah putus.
Seperti yang diketahui, proses penyembelihan hewan khususnya yang berukuran besar seperti sapi, bagi yang belum berpengalaman membutuhkan banyak tenaga. Terlebih saat proses merobohkan hewan tersebut
“Selanjutnya memulai proses pengikatan. Proses ini diawali dengan mengikat leher sapi dengan kencang. Kemudian mengikat tubuh sapi melalui sela-sela di antara dua kaki sapi bagian depan,” ujarnya.
“Jika sudah, tali diikat memutar ke badan sapi, lalu lilitkan lagi hingga ke badan sapi bagian belakang. Nah kalau sudah gini, kita tinggal menarik tubuh sapi, nanti secara otomatis sapi itu langsung roboh,” sambungnya.
Adapun, kata Ismu, yang bikin sapinya roboh karena dari bagian dada terikat dua lilitan tadi. Kondisi itu membuat sapi susah bernafas sehingga gampang lelah dan mudah dirobohkan.
“Setelah roboh, lanjutkan dengan mengikat seluruh kaki sapi. Hal ini diperlukan agar sapi tidak bisa berdiri lagi. Pastikan ikatannya kenceng ya, biar tidak bisa berdiri lagi,” pungkasnya. (Olam).











