Penyuluh dan Petani Windusari Lakukan Pengendalian Hama Tikus

Berita | DAERAH | Ekonomi
Penyuluh dan Petani Windusari berama-sama melakukan pengendalian hama tikus, awal bulan ini. (foto: Wahyudi/Narwan)

MAGELANG JATENG, Suara JelataPerubahan iklim membawa dampak besar terhadap pola tanam dan perkembangan hama dan penyakit tanaman padi. Setelah dilanda El Nino tahun 2023, saat ini Indonesia mengalami paparan La Nina.

Dampak dari La Nina adalah adalah peningkatan curah hujan pada bulan-bulan yang biasanya sudah mulai kering. Hal itu dikatakan Wahyudi, Penyuluh Pertanian Kecamatan Windusari di kantornya, Rabu (10/07/2024).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemberantasan hama tikus dengan sistem pengasapan. (foto: Wahyudi/Narwan)

Dijelaskan Wahyudi, dengan tingginya curah hujan maka pola tanam tidak ada fase bero (masa jeda, tidak tanam). Sehingga populasi hama tanaman padi terutama tikus bisa meningkat. Hal ini yang selalu diwaspadai oleh para Penyuluh Pertanian dan POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) Kecamatan Windusari.

“Alternatif upaya yang dilakukan ketika ada gejala serangan adalah gerakan pengendalian hama tikus dengan menggerakkan anggota kelompok tani. Selain itu juga terus berupaya menambah jumlah rumah burung hantu di Kecamatan Windusari,” ujarnya.

Kegiatan pengendalian hama tikus, lanjutnya, harus dilakukan bersama-sama secara serempak, sehingga efektif. Jika tidak maka tikus hanya akan berpindah dari satu petak lahan ke petak yang lain.

Salah satu kegiatan pengendalian hama tikus seperti telah dilakukan petani di Desa Pasangsari bersama Penyuluh Pertanian. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Pasangsari, Tahrir.

Awal mula, kata Tahrir, ada gejala serangan hama tikus pada akhir bulan Juni. Segera setelah ada koordinasi dengan Petugas Penyuluh Pertanian, kemudian dilakukan gerakan pengendalian di blok sawah Dusun Jenggotan.

“Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 26 anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki dengan luas gejala serangan setengah hektare, dan mengancam lahan di sekitarnya yang lebih luas,” jelas Tahrir, Rabu (10/07/2024).

Sementara itu, Petugas POPT Kecamatan Windusari, Darmanto saat ditemui mengatakan bahwa penggunaan umpan dan sreng asap beracun harus  sesuai dengan petunjuk dari petugas. Supaya efektif penggunaan sarana pengendalian harus disesuaikan dengan kondisi umur tanaman.

Sementara itu di hari yang sama, Ketua Gapoktan Desa Pasangsari, Warkam mengatakan terjadinya serangan hama tikus di Pasangsari ini, pihaknya juga bertekad untuk menambah jumlah rumah burung hantu. Upaya yang dilakukan dengan meminta bantuan anggaran dari Pemerintah Desa sebagai mana tahun sebelumnya.

“Dengan pelestarian burung hantu sebagai musuh alami hama tikus maka pekerjaan pengendalian hama tikus menjadi lebih ringan,” ujar Warkam. (Nar)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.