BREBES JATENG, Suara Jelata – Brebes kembali menegaskan diri sebagai ladang subur lahirnya atlet pencak silat muda berprestasi.
Dalam ajang Musyaffa Cup 2025, kejuaraan pencak silat yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes, kontingen Pagar Nusa Rayon SMK Karya Bhakti Brebes tampil meyakinkan dan berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.
Adapun kejuaraan Musyaffa Cup digelar selama tiga hari, 27–29 Desember, di GOR Widyatama Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.
Ajang ini menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan bagi pesilat pelajar dari berbagai daerah, serta menjadi tolok ukur perkembangan pencak silat di tingkat kabupaten.
Dalam kejuaraan tersebut, atlet Keren Sandi Kusuma berhasil meraih Juara I dan mempersembahkan medali emas, setelah menunjukkan performa konsisten dan mental tanding yang kuat sejak babak awal.
Sementara itu, atlet Alfiansyah turut menyumbang prestasi dengan meraih Juara II dan membawa pulang medali perak, memperkuat posisi kontingen Pagar Nusa Rayon SMK Karya Bhakti Brebes di papan prestasi.
Pelatih Pagar Nusa Rayon SMK Karya Bhakti Brebes, Shofyan Muhammad Shofani menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang disiplin dan berkesinambungan.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak hanya difokuskan pada penguasaan teknik dan strategi bertanding.
“Tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai luhur pencak silat yang menjadi identitas Pagar Nusa,” ujar Shofyan yang juga Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Brebes, Selasa (30/12/2025).
Diketahui, Shofyan Muhammad Shofani, telah berkecimpung dalam dunia pembinaan pencak silat sejak tahun 2011 hingga saat ini.
Selama lebih dari satu dekade, ia secara konsisten membina dan mencetak atlet-atlet berprestasi, serta menunjukkan komitmen dan kontribusi besar terhadap perkembangan dan capaian prestasi Pagar Nusa, khususnya di Cabang Brebes.
Dukungan pembinaan juga datang dari Aditta Cipta Hera, S.Pd selaku Pembina Olahraga, yang menilai Musyaffa Cup sebagai ajang penting untuk menambah jam terbang atlet sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.
Ia menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan agar prestasi tidak berhenti pada satu kejuaraan semata.
“Keikutsertaan Kontingen Pagar Nusa Rayon SMK Karya Bhakti Brebes dalam Musyaffa Cup tidak hanya berorientasi pada raihan medali, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang,” kata Aditta Cipta Hera.
Prestasi yang diraih, menurut Aditta, menjadi bukti bahwa kerja kolektif antara atlet, pelatih, pembina, dan organisasi mampu menghasilkan capaian yang nyata dan berkelanjutan.
“Musyaffa Cup menjadi lebih dari sekadar arena pertandingan.”
Dari GOR Jatirokeh, semangat itu ditegaskan kembali bahwa pencak silat adalah warisan yang terus hidup, dijaga dengan kesetiaan, dan diarahkan dengan pandangan ke depan demi melahirkan generasi atlet yang tangguh dan berkarakter. (Olam).











