SINJAI, Suara Jelata—Kepemimpinan Bupati Sinjai Ratnawati Arif dan Andi Mahyanto Mazda kembali menghadirkan senyum bagi warganya. Kamis, (8/1/2025).
Alwi (69), warga Lingkungan Langguli, Kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, akhirnya bisa menempati rumah yang layak setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Alwi bersama enam anggota keluarganya istri, anak, dan cucu sebelumnya tinggal di rumah kayu yang nyaris roboh.
Dinding rumahnya telah lapuk, sementara atap yang hanya terbuat dari daun rumbia kerap bocor saat hujan deras, membuat air masuk ke dalam rumah.
Kondisi ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan membuat Alwi tak mampu melakukan perbaikan.
Ia tidak memiliki penghasilan tetap, bahkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari pun kerap kekurangan.
“Lihat saja kondisinya sudah lapuk begini. Mau membangun rumah, tapi untuk makan sehari-hari saja masih kekurangan,” ujar Alwi saat Suarajelata menemuinya sebelum rumahnya masuk dalam program bedah rumah.
Harapan itu kini menjadi nyata melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didanai APBD Kabupaten Sinjai Tahun Anggaran 2025, rumah Alwi telah dibedah total dan kini berdiri kokoh.

Tak hanya itu, hunian barunya juga telah dilengkapi fasilitas sanitasi dan WC yang bersih.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya Ibu Bupati Sinjai. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur,” ucap Alwi dengan mata berbinar.
Kepala Disperkimtan Sinjai, A. Syarifuddin, menjelaskan kepemimpinan Bupati Ratnasari Arif bersama Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda fokus pada pengentasan kemiskinan.
Program rehabilitasi RTLH menyasar 103 unit rumah warga kurang mampu di seluruh kecamatan tahun 2025.
“Dari total tersebut, 10 unit bersumber dari APBD, 90 unit dari APBN, dan 3 unit dari BAZNAS Kabupaten Sinjai,” jelas Syarifuddin, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, tahun 2025 kualitas perbaikan rumah meningkat dan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari atap, lantai, dinding, dapur, hingga sanitasi.
Setiap unit menerima bantuan stimulan sebesar Rp25 juta hingga Rp30 juta.
“Kalau tahun sebelumnya belum menyentuh aspek sanitasi, tahun ini lengkap. Rumah yang dihadirkan adalah rumah sehat secara menyeluruh, sebagai langkah preventif terhadap stunting dan gizi buruk,” kuncinya.











