SINJAI, Suara Jelata-–Dua anak perempuan dari Ibu Kiki, warga Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, kini kembali mengenyam pendidikan setelah kisah hidup keluarga mereka menjadi perhatian publik.
Kedua anak tersebut mulai bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 63 Sinjai, Lappae, Desa Saotengah, Kecamatan Tellulimpoe, pada Rabu, 21 Januari 2025.
Keluarga Ibu Kiki sebelumnya menjadi sorotan setelah diketahui hidup dalam keterbatasan ekonomi ekstrem hingga harus bertahan tanpa mengonsumsi nasi selama tujuh hari.
Kisah tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu respons dari berbagai pihak.
Ibu Kiki dan suaminya memiliki empat orang anak. Sebelum dipindahkan, anak-anak mereka bersekolah di SD Negeri 220 Salohe, Dusun Balle, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo.
Saat ini, dua anak mereka masih aktif di jenjang sekolah dasar, yakni Nurazizah yang duduk di kelas II dan Nurfadilah di kelas IV.
Pemerintah Desa Tompobulu memfasilitasi pemindahan kedua anak tersebut ke Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Langkah ini dilakukan setelah kondisi keluarga mereka menjadi perhatian publik.
Kepala Desa Tompobobulu, Asri, mengatakan pemindahan sekolah dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Kami berharap mereka mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik dan masa depan yang lebih terjamin,” kata Asri.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 63 Sinjai merupakan lembaga pendidikan yang menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan.
Pihak sekolah menyambut baik kehadiran kedua anak tersebut. Mereka terlihat mengikuti kegiatan belajar mengajar bersama siswa lainnya.
Dua Anak Warga Bulupoddo Sinjai Sempat Bertahan Hidup Tanpa Nasi Kini Bersekolah di Sekolah Rakyat











