BREBES JATENG, Suara Jelata – Aktivis dan Jurnalis di Kabupaten Brebes menghadiri acara ramah tamah yang digelar oleh CEO PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi, pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, di Grand Dian Hotel Gucci.
Pertemuan yang bertujuan menjalin silaturahmi dan berbagi kiat hidup sukses tersebut dimanfaatkan oleh perwakilan Aktivis, Azmi Asmuni Majid, untuk menegaskan kembali peran krusial Jurnalis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai pengawas independen yang harus peka terhadap masalah sosial.
Acara ramah tamah ini merupakan inisiatif PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa untuk mempererat hubungan dengan insan pers dan kelompok sipil di wilayah Brebes dan sekitarnya, sekaligus memberikan motivasi dari kisah sukses pendiri perusahaan, H. Muhadi Setiabudi.
Mewakili rekan-rekan Aktivis dan Jurnalis yang hadir, Azmi Asmuni Majid menyampaikan sambutan yang fokus pada fungsi advokasi dan kontrol sosial.
Menurut Azmi, aktivis memiliki tanggung jawab besar untuk peka terhadap persoalan di masyarakat dan wajib memberikan solusi, advokasi, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
“Seorang aktivis harus peka terhadap persoalan yang ada di masyarakat dan mampu memberikan solusi atau advokasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak sosial, lingkungan, hukum, dan ekonomi, terutama bagi kelompok rentan,” ujar Azmi
Asmuni Majid, menegaskan bahwa para aktivis bekerja secara independen untuk mengawasi kebijakan pemerintah dan menyalurkan aspirasi warga.
Ia lantas menyandingkan dedikasi tersebut dengan sebuah perumpamaan tegas: “Aktivis mati sekali, aktor mati berkali-kali.”
Pernyataan Azmi kemudian berlanjut menyoroti integritas insan pers. Ia menekankan bahwa Jurnalis harus memegang teguh independensi dan bukan bersikap netral dalam konteks perjuangan kebenaran.
“Bagi Jurnalis demikian juga, Jurnalis tidak boleh netral, Jurnalis harus independen, menyajikan kebenaran kepada publik, menyajikan fakta dan data secara jujur dan transparan. Bahkan bebas berekspresi dengan problematika masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Azmi Asmuni Majid turut mengusulkan agar ada penulisan biografi mengenai sosok tokoh Brebes, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi.
Usulan ini didasari oleh kiprah Muhadi Setiabudi yang dinilai luas, tidak hanya bergerak di sektor bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan di bidang sosial. (Olam).











