BREBES JATENG, Suara Jelata – Tuntutan transparansi warga Desa Kemurang Wetan, Brebes, Rabu malam (4/2), akhirnya terjawab, di mana polemik anggaran Karang Taruna.yang sempat dituduh miliaran ternyata hanya berjumlah Rp142 juta selama tiga tahun.
Balai Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Brebes, Rabu malam (4/2/2026), menjadi saksi bisu pertemuan yang dinanti ratusan warga.
Pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Desa Kemurang Wetan ini dihadiri unsur BPD, Bhabinsa, dan Babinkantibmas
Ratusan warga hadir, menagih janji pengurus Karang Taruna (KT) setempat untuk membuka notulen keuangan terkait pemasukan dan pengeluaran dana dari kerja sama subkontraktor.
Terpisah, Ketua Karang Taruna Kabupaten Brebes, Aji Jumantoro, menyampaikan bahwa untuk menyikapi polemik tersebut dirinya telah menemui Ketua Karang Taruna Kemurang Wetan, Ahmad Firman Habibi serta pihak pemdes setempat
Dikatakannya, klarifikasi ini menjadi krusial setelah isu liar berkembang di tengah masyarakat yang menuding adanya penggelapan hingga miliaran rupiah.
“Tuduhan uang miliaran yang dituduhkan kepada Karang Taruna hanya ada di angka 142 juta selama tiga tahun pelaksanaan,” ungkap Aji Jumantoro, menegaskan fakta yang tertuang dalam berita acara resmi, Kamis (5/2).
Uang Rp142 juta tersebut, lanjut Aji, bukan merupakan kompensasi perusahaan, melainkan upah berkala yang diperoleh melalui perjanjian kerja antara KT dan subkontraktor.
“Dana ini adalah hasil kerja keras anggota Karang Taruna yang terlibat sebagai pelaksana, membantu pengadaan material,” kata dia.
Aji Jumantoro menekankan bahwa seluruh pemasukan dan pengeluaran terekam jelas.
“Tertuang dalam berita acara yang rapi disusun oleh Pemdes, dinotulenkan, tersusun rapi di buku kas Karang Taruna,” katanya.
Ia merinci, uang itu digunakan untuk berbagai kegiatan sosial dan pemuda, seperti fogging nyamuk, lomba voli tingkat kecamatan, pembelian seragam, pembuatan sekretariat, hingga biaya rapat-rapat rutin.
Saat ini, sisa kas Karang Taruna tercatat Rp9 juta. Audensi malam itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya sebuah era.
Bersamaan dengan pengumuman transparansi keuangan, diumumkan pula bahwa masa bakti ketua Karang Taruna setempat telah habis.
Proses pemilihan ketua baru akan segera digelar, membuka babak baru di bawah pengawasan ketat Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Semua kegiatan Karang Taruna Desa Kemurang Wetan, tegas Aji, terekam jelas baik data maupun pelaksanaannya di bawah pembinaan Pemdes setempat.
Sementara itu, Kades Kemurang Wetan, Dustam dikonfirmasi membenarkan yang disampaikan ketua Karang Taruna Kabupaten.
Hasil yang disampaikan, kata Dustam, disebutkannya dari pertemuan pada Selasa malam yang dihadiri juga sejumlah warga yang menuntut transparasi.
”Betul apa yang disampaikan oleh Mas Aji, dari hasil kemarin itu didapat ternyata tidak sesuai dengan apa yang dtuduhkan warga, hasil terakhir didapat sisa 9 juta dan akan di alokasikan ke kas desa dan kemudian akan di dibangun untuk sarana olahraga sepak bola,” terang Dustam melalui sambungan telepon.
Kemudian, lanjut Dustam, lantaran masa bakti Ketua Karang Taruna Kemurang Wetan telah berakhir, direncanakan di bulan depan akan dijaring kembali ketua karang taruna menggantikan yang lama. (Olam).











