KOTA TERNATE MALUT, Suara Jelata – Pekerjaan Sabo Dam oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara di lokasi Kelurahan Rua sebagai kawasan terdampak banjir bandang, saat ini sudah mencapai 97 hingga 98 persen.
Pekerjaan Sabo Dam ini berfungsi untuk mengendalikan atau menangkal sedimen berupa material yang terbawa aliran banjir dari hulu ketinggian.
Diwawancarai awak suarajelata.com, Kamis (12/02/2026), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai II, SNVT PJSA Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Ir. Irwan Mohamad, S.T., M.T. mengatakan progresnya yang sudah mencapai 97 hingga 98 persen tersebut oleh karena sebelumnya pada Desember kemarin capaian progresnya di angka 90 persen.
“Dengan capaian progres pekerjaan tersebut kita kemudian memberi kesempatan kepada rekanan untuk perpanjangan waktu 50 hari terhitung sejak 1 Januari hingga 19 Februari 2026,” ujar Irwan.
Dikatakan, perpanjangan waktu ini artinya BWS memberi kesempatan sesuai aturan terkait Rencana Perampungan Anggaran Akhir Tahun (RPATA). Dana tersebut sudah dicairkan oleh pihak BWS namun masih berada di rekening KPPN. Nantinya setelah pekerjaan selesai baru dilakukan pencairan 100 persen dari KPPN ke rekening rekanan atau kontraktor.
Menurutnya, terkait pemberian kesempatan ini, terhitung 1 Januari pihaknya sudah mengenakan denda seperseribu dikali nilai kontrak.
“Kita tetap memberikan waktu untuk pelaksanaan pekerjaan tapi denda tetap diberlakukan seperseribu dari nilai kontrak hingga selesainya pekerjaan,” ungkap Irwan.
Dikatakan, sesuai target, sebelum tanggal 19 Februari pekerjaan tersebut sudah harus rampung. Setelah itu pihaknya akan melakukan PHO dan pencairan dana 100 persen.
Setelah pencairan dana secara keseluruhan, berikutnya adalah tahapan pemeliharaan hasil pekerjaan selama kurun waktu enam bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut terjadi kerusakan fisik bangunan, maka itu menjadi tanggung jawab rekanan. Sebaliknya jika tidak terjadi kerusakan, maka akan dibuatkan Berita Acara FHO menandai berakhirnya tanggung jawab rekanan atau kontraktor yang bersangkutan terhadap pekerjaan tersebut.
Adapun sisa pekerjaan Sabo Dam saat ini adalah pembuatan dinding sayap atau dinding penghubung antara Main Dam dan Sub Dam. (Ateng)











