DAERAH

Barongsai dan Semangat Imlek di Rest Area Brebes: Omzet Ratusan UMKM Melejit 70 Persen

×

Barongsai dan Semangat Imlek di Rest Area Brebes: Omzet Ratusan UMKM Melejit 70 Persen

Sebarkan artikel ini
Dina Yunanda, Direktur PT PP Sinergi Banjaratma. (Foto : Olam).

BREBES JATENG, Suara Jelata Kolaborasi apik Paguyuban Tionghoa Brebes dan PT PP Sinergi sukses menggelar Imlek 2577 di Rest Area KM 260B, mendongkrak omzet ratusan UMKM Rest Area Brebes hingga 70 persen.

Nuansa merah yang semarak dan riuhnya dentuman genderang barongsai memenuhi Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, pada Selasa, (17/2/2026).

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Perayaan Imlek 2577 mendadak mengubah tempat peristirahatan itu menjadi panggung budaya yang bergemuruh, bukan oleh laju kendaraan, melainkan oleh riuh tepuk tangan ribuan pasang mata.

Perayaan ini digawangi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Brebes yang berkolaborasi erat dengan pengelola, PT PP Sinergi Banjaratma.

Tujuannya murni dan luhur: menghadirkan hiburan otentik bagi pengguna jalan tol dan warga sekitar, serta yang paling utama, meningkatkan omzet lebih dari 200 UMKM Rest Area Brebes yang menjadi denyut nadi ekonomi di lokasi strategis tersebut.

Dina Yunanda, Direktur PT PP Sinergi Banjaratma, tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Faktor kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan, terutama berkat dukungan penuh Ketua Paguyuban Tionghoa Kabupaten Brebes, Dhani Bagus Purnama.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu oleh Pak Dhani dan teman-teman dari Paguyuban Tionghoa Brebes. Semangat kebersamaan dan gotong royong inilah yang membuat pertunjukan barongsai kali ini begitu meriah dan berkesan,” ujar Dina.

Antusiasme publik ini terbukti sangat efektif secara ekonomi. Dina mencatat, jumlah kunjungan kendaraan saat libur panjang Imlek mencapai angka fantastis 3.500 per hari, meningkat drastis dari rata-rata 2.000 kendaraan di hari biasa.

Ini adalah dampak yang sangat signifikan bagi UMKM. Omzet mereka meningkat hingga 70 persen. Sebuah angka yang membanggakan.

Kemeriahan kian bertambah berkat inisiatif ‘amplop rezeki’ dari para tenant UMKM yang diberikan kepada rombongan barongsai.

“Teman-teman UMKM juga ikut serta memberikan amplop berisi uang, membuat acara makin hidup dan interaktif. Melihat barongsai sambil naik-naik mengambil amplop, wah seru sekali!” katanya.

Sebagai pengelola, PT PP Sinergi Banjaratma memang telah menunjukkan komitmen penuh pada pemberdayaan UMKM. Mereka menetapkan 70 persen tenant di sana diisi oleh UMKM, jauh di atas standar 30 persen yang diatur oleh pemerintah.

Event-event besar seperti perayaan Barongsai Imlek 260B ini digelar demi fokus utama pada pengembangan dan promosi UMKM.

Bahkan, komitmen itu merambah ke sektor perhotelan. PT PP Sinergi berinovasi dengan menjadikan semua menu makanan yang tersedia di hotel berasal dari produk-produk UMKM lokal, yang bisa dipesan dengan mudah melalui pemindaian QR code.

“Ini adalah bukti konkret komitmen kami untuk membawa UMKM lokal mendunia dan memberikan nilai tambah bagi setiap pengunjung,” tegas Dina, menegaskan upaya mereka untuk membawa UMKM naik kelas dan menjadikan Rest Area Heritage Banjaratma sebagai daya tarik utama.

Ke depan, Dina Yunanda berharap event-event semacam ini terus digelar berkelanjutan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif. Dengan konsep “rest area yang lebih dari sekadar rest area,” KM 260B optimis menjadi salah satu pusat pertumbuhan UMKM dan destinasi wisata budaya yang tak hanya nyaman, tetapi juga kaya pengalaman.

Pengunjung dari luar kota pun turut merasakan kemeriahan ini. Lia (28), wisatawan dari Jakarta, mengaku sengaja singgah.

“Kami sekeluarga memang mencari tempat istirahat yang tidak monoton. Begitu tahu ada pertunjukan barongsai, kami langsung putuskan untuk mampir. Anak-anak sangat senang dan saya sempat belanja beberapa produk UMKM yang unik. Benar-benar pengalaman istirahat yang berbeda dan menyenangkan,” tuturnya dengan wajah ceria. (Olam).