BREBES JATENG, Suara Jelata – Pusat oleh-oleh telur asin di sepanjang jalur Pantura Brebes mulai dipadati pemudik yang berburu buah tangan khas daerah pada Selasa 17 Maret 2026, empat hari menjelang Lebaran 1447 Hijriyah.
Pemandangan berbeda mulai terlihat di sisi barat jembatan Kali Pemali, Kabupaten Brebes. Deretan kendaraan dengan plat nomor luar daerah tampak berjejer di depan Toko Telur Asin Bakar YES.
Para pemudik yang melintasi jalur Pantura tak ingin kehilangan momen untuk memboyong butiran telur berwarna biru pucat tersebut sebagai buah tangan utama.
Dhani Bagus Purnama, pengusaha Telur Asin Bakar YES, mengaku telah mencium aroma lonjakan permintaan sejak beberapa hari terakhir.
Ia menyatakan optimisme tinggi bahwa perputaran ekonomi di sektor oleh-oleh akan melesat dibanding hari biasa.
Persiapan matang pun dilakukan demi memastikan stok aman bagi para pelancong yang singgah.
Strategi produksi pun diubah total. Menghadapi arus mudik dan balik, Dhani melipatgandakan jumlah produksi hingga tiga sampai empat kali lipat dari kapasitas harian.
Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, di mana lonjakan pembeli kerap membuat stok di etalase ludes dalam waktu singkat.
Urusan bahan baku, Dhani memilih tetap setia pada peternak lokal. Pasokan telur mentah diprioritaskan dari wilayah perkotaan Brebes.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk mengambil pasokan dari luar daerah jika permintaan melonjak di luar prediksi, demi menjaga kepercayaan konsumen yang mencari kualitas telur asin autentik.
Ika (32), salah satu pemudik yang tengah memilah telur asin, menyebut mampir di Brebes adalah sebuah kewajiban.
Baginya, telur asin bukan sekadar makanan, melainkan identitas yang melekat saat melintasi kabupaten ini.
Membeli langsung dari pusatnya memberikan kepuasan tersendiri sebelum melanjutkan perjalanan menemui sanak saudara. (Olam).











