DAERAH

Lebar, Luber, Lubar: Refleksi Kritis Gerakan Sipil Brebes di Kediaman Azmi Majid

×

Lebar, Luber, Lubar: Refleksi Kritis Gerakan Sipil Brebes di Kediaman Azmi Majid

Sebarkan artikel ini
Aktivis, tokoh masyarakat, praktisi hukum, duduk melingkar untuk merawat ingatan dan komitmen. (Istimewa).

BREBES JATENG, Suara Jelata Yayasan Sepakat Brebes Bermartabat (SBB) menggelar halalbihalal di kediaman Azmi Asmuni Majid pada Minggu sore (22/3/2026), mengubah tradisi silaturahmi menjadi ruang refleksi tajam atas berbagai persoalan sosial di Kabupaten Brebes.

Sore itu di Perumahan D’Oasis, Pulosari, Kecamatan/Kabupaten Brebes, suasana tampak berbeda.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Di kediaman Ketua SBB Brebes, Azmi Asmuni Majid, dipenuhi wajah-wajah yang tak asing dalam dunia pergerakan lokal.

Ada aktivis, tokoh masyarakat, praktisi hukum, hingga para kuli tinta yang biasanya sibuk mengejar tenggat.

Namun kali ini, mereka duduk melingkar bukan untuk protes, melainkan untuk merawat ingatan dan komitmen.

Azmi Asmuni Majid membuka obrolan dengan nada yang dalam. Baginya, halalbihalal jangan sampai terjebak dalam jebakan seremoni tahunan yang kering makna.

“Bahwa ini harus jadi ruang refleksi dan konsolidasi gagasan,” cetusnya di sela-sela kehangatan pertemuan tersebut.

Diskusi mengalir cair, hampir tanpa sekat. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Brebes, Dedy Agustyan, menangkap esensi menarik dari perbincangan sore itu.

Lebaran, dalam kacamata para aktivis ini, dibedah lebih dalam. Ada istilah ‘leburan’—meleburkan kesalahan—yang kemudian bertransformasi menjadi semangat ‘lebar, luber, dan lubar’ dalam kebaikan.

Sebuah filosofi yang dibawa oleh aktivis kesehatan Deden Sulaiman, yang memaknai mudik bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan perjalanan kembali ke jati diri.

Namun, diskusi tak berhenti di urusan spiritual. Obrolan mulai memanas saat menyentuh peran gerakan sipil.

Dedy menyebut muncul kegelisahan kolektif bahwa aktivisme saat ini mulai menjauh dari akar rumput.

Suara dari Mahfudin (Masjaka) mengingatkan bahwa gerakan sosial tak boleh abai pada isu lingkungan, terutama nasib sungai-sungai di Brebes yang kian merana.

Kesadaran inilah yang menurut Ketua KONI Brebes, Abdul Aris Assa’ad, menjadi kunci untuk meruntuhkan sekat-sekat kepentingan yang sering kali diciptakan sendiri oleh kelompok tertentu.

Sisi gelap profesi pun tak luput dari ‘sidang’ santai ini. Kritik pedas muncul mengenai fenomena wartawan yang hanya ‘muter-muter’ tanpa menghasilkan karya jurnalistik, atau sekadar menunggu amplop di setiap acara.

Ketua INSPI Brebes, Dade Wijaya, menilai praktik ini secara perlahan mengikis marwah profesi media di mata publik.

Di sudut lain, Direktur Hukum SBB Slamet Sutanto menyoroti carut-marut perlindungan hukum bagi warga yang melakukan pernikahan siri, sebuah fenomena yang sah secara agama namun rapuh secara administratif.

Menjelang petang, diskusi bergeser ke urusan perut dan infrastruktur.

Masrukhi Bachro dari HKTI menekankan pentingnya koperasi yang dikelola serius sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, bukan sekadar tempat simpan pinjam ala kadarnya.

Sementara itu, AKBP Purn Mujiarto memberikan apresiasi pada perbaikan infrastruktur jalan yang mulai dirasakan manfaatnya di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma.

Pertemuan itu berakhir tanpa naskah kesimpulan formal. Namun, satu pesan kuat tertanam: Brebes butuh lebih dari sekadar wacana.

Dibutuhkan kerja nyata yang lahir dari kesadaran setiap elemen masyarakatnya.

Menutup ceritanya, Dedy mengulang pesan tuan rumah, Azmi Asmuni Majid, bahwa halal bihalal harus jadi ruang refleksi. Silaturahmi bukan hanya ritual maaf-maafan, melainkan kesempatan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semua berpadu dalam satu kesadaran, bahwa Brebes membutuhkan ruang dialog yang jujur, terbuka, dan berorientasi pada karya nyata demi masyarakat yang bermartabat,” punkas Dedy.

Adapun aktivis yang hadir dalam halalbihalal tersebut sebagai berikut :

1. Azmi Asmuni Majid Ketua Sepakat Brebes Bermartabat ( tuan rumah)

2. Mahfudin Masjaka

3. Abdul Aris Assa’ad

4. Dedy Agustyan Ketua Serikat Siber

5. Slamet Sutanto Direktur Hukum SBB

6. Dade Wijaya Keua INSPI

7. Akbp purn Mujiarto Ketua SKI Sekretariat Kolaborasi Indonesia Kab Brebes

8. Masrukhi Bachro Ketua Dekopin dan Letua HKTI Brebes

9. Deden Sulaeman Aktivis Kesehatan dan direktur Perlindungan Konsumen SBB

10. Hendri Yetus Seniman Budayawan

8. Para aktivis dan pegiat sosial kemasyarakatan.

(Olam).