Kerinci, Suara Jelata – Kulit Manis (cassiavera) merupakan salah satu komoditas unggulan pekebun di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Mayoritas petani menggantungkan harapan mereka dari Kayu Manis sebagai salah satu sumber penghasilan.
Namun, sejak dua tahun terakhir, harga Kayu Manis anjlok hingga ke level yang cukup memperihatinkan. Di tingkat pekebun, harga Kayu Manis berkisar diangka Rp. 10 ribu hingga Rp. 11 ribu perkilogramnya. Padahal, diketahui sebelumnya harga Kulit Manis stabil diharga Rp. 20 ribu hingga 25 ribu pada dua tahun lalu.
Anjloknya harga Kulit Manis sejak dua tahun terakhir ini tentusaja membuat pekebun Kayu Manis di Kerinci mengeluh. Apalagi, Kayu Manis merupakan tanaman tahunan yang membutuhkan perawatan rutin.
“Jelas saja kita mengeluh, ini udah hampir dua tahun harga anjlok” ujar Harun, kepada Suara Jelata, Selasa (31/03).
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci maupun Pemerintah Provinsi Jambi, hingga saat ini hampir tidak memberikan perhatian atas keluhan petani Kayu Manis di Kerinci. Padahal, hampir setahun yang lalu Bupati Kerinci Monadi berkali- kali mengekspose akan mewujudkan hilirisasi Kayu Manis guna memberikan nilai tambah terhadap harga Kayu Manis di Kerinci. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari Bupati Monadi untuk menindaklanjuti hal tersebut. (oan)











