BREBES JATENG, Suara Jelata – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Dani Asmoro menepis kabar kebocoran data proyek di Bidang Randal.
Ia menegaskan sistem kerja telah profesional meski aktivis Yabpeknas kemudian mengakui tudingan tersebut hanya berdasar rumor.
Isu miring mengenai kebocoran data kegiatan proyek di Bidang Perencanaan dan Pengendalian (Randal) menjadi pemicunya.
Namun, Kepala Dinas PU Brebes, Dani Asmoro, bergerak cepat meluruskan benang kusut tersebut.
Dani membantah keras tudingan yang dilemparkan Heri Tato dari Yayasan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas).
Sebelumnya, beredar kabar adanya ‘data siluman’ yang mencantumkan inisial B, yang dituding sebagai nama seorang ajudan dalam daftar proyek.
Tudingan ini sempat memantik opini publik mengenai adanya praktik titip-menitip di instansi tersebut.
“Kami sebenarnya tidak tahu apa yang dimaksud itu. Yang jelas, tidak pernah ada dari Dinas Pekerjaan Umum terkait pembocoran data ke pihak manapun. Tidak ada,” tegas Dani Asmoro, ditemui di kantornya pada, Jumat, 17 April 2026.
Menurut Dani, segala informasi mengenai pekerjaan di DPU sebenarnya bersifat terbuka melalui Rencana Umum Pengadaan (RUP).
Masyarakat bisa mengaksesnya secara legal. Ia pun mengaku heran dengan kemunculan inisial B yang disebut-sebut sebagai ajudan.
Dani memastikan tidak ada ajudan Bupati yang berinisial B di lingkup kerja yang ia ketahui.
Menanggapi desakan untuk pembenahan internal, Dani justru memasang badan bagi anak buahnya.
Ia menilai Bidang Randal telah bekerja secara profesional sesuai target kinerja. Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hingga perencanaan berjalan tanpa kendala teknis maupun administrasi.
Berdasarkan hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes menyatakan tidak mengetahui serta tidak memahami bentuk dan isi data sebagaimana yang dimaksud dalam pemberitaan.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan.
“Kami juga mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi informasi yang beredar secara bijak serta mengedepankan klarifikasi berdasarkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Dani Asmoro.
Tudingan ini akhirnya menemui antiklimaks. Saat dikonfirmasi, Heri Tato mengakui bahwa informasi yang ia sampaikan sebelumnya hanyalah desas-desus.
“Apa yang disampaikan hanyalah bersifat rumor yang berkembang di antara rekan-rekan aktivis dan media,” ujar Heri. (Olam).











