BREBES JATENG, Suara Jelata –Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya dalam transformasi infrastruktur dan pelayanan publik melalui kebijakan anggaran yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat menggelar acara silaturahmi (Refleksi-2025) bersama Insan Pers dan elemen masyarakat Brebes di King Royal Hotel, Senin (29/12/2025).
Adapun kegiatan tersebut diprakarsai oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) dan Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes.
Terungkap sejumlah langkah berani yang diambil pemerintah daerah sepanjang tahun ini.
Kebijakan “Ikat Pinggang” ASN: jalan rusak jadi prioritas,
Bupati Brebes mengambil langkah radikal dengan menginstruksikan efisiensi total pada anggaran operasional kedinasan.
Fasilitas pendukung Aparatur Sipil Negara (ASN) dipangkas secara signifikan guna memastikan ketersediaan dana perbaikan jalan tanpa harus membebani daerah dengan utang baru.
Anggaran yang dirasionalisasi meliputi biaya perjalanan dinas, uang makan-minum rapat, hingga anggaran rekreasi (piknik) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Jika ASN terlalu nyaman dengan fasilitas berlebih, sementara rakyat menderita karena jalan rusak, itu tidak adil. Kesejahteraan masyarakat harus berada di atas kenyamanan birokrasi,” tegas Bupati Paramitha.
Inovasi Skema 70:30: Solusi Beton dan Drainase
Merespons masukan dari salah seorang hadirin, Heri Yuliawan, terkait pentingnya saluran air agar jalan tidak cepat rusak, Pemkab Brebes menerapkan inovasi anggaran dengan Skema 70:30.
Formula ini bertujuan agar proyek betonisasi tidak sia-sia akibat genangan air yang merusak struktur jalan.
70 persen alokasi: fokus pada betonisasi jalan utama. 30 persen alokasi: Wajib diperuntukkan bagi pembangunan drainase dan penghijauan di sekitar proyek.
Perhatian khusus diberikan pada proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Danasari-Kauman senilai Rp62 Miliar.
Bupati memastikan proyek ini wajib memiliki sistem pembuangan air yang mumpuni agar investasi besar tersebut memiliki daya pakai jangka panjang.
Menghapus Jejak “Pohon Pisang” di Jalan Rusak
Menanggapi kritik dari Ketua LSM Garuda Sakti, Eko Sindung Prakoso, mengenai responsivitas pemerintah, Pemkab Brebes bergerak cepat menyerap aspirasi warga terkait titik-titik kerusakan kronis.
Wilayah Tanjung, Sengon, Klampok, dan Jl. R.A. Kartini kini menjadi prioritas utama.
Langkah percepatan ini diambil untuk memastikan insiden protes warga—seperti aksi menanam pohon pisang di tengah jalan—tidak terulang kembali.
Selain pembangunan fisik, penguatan pelayanan publik juga menyasar dua sektor krusial:
Transparansi SKTM: Sosialisasi masif mengenai teknis pengurusan agar bantuan sosial tepat sasaran.
Pendidikan Bersih: Pengawasan kolektif bersama media untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah.
Pesan Lingkungan: Kritik atas Perusakan Alam
Menutup refleksi akhir tahun tersebut, Bupati mengungkapkan kekecewaannya terhadap oknum warga yang merusak bibit pohon yang baru ditanam.
Dia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan kelestarian alam.
Mengutip pesan teologis dalam Surah Al-Baqarah ayat 11-12 dan Surah Ar-Rum ayat 41, bupati mengingatkan bahwa kerusakan di muka bumi seringkali merupakan akibat ulah tangan manusia sendiri.
“Masalah lingkungan adalah PR kolektif. Saya meminta Perhutani, Polisi Hutan, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam kita. Pembangunan jalan penting, tapi menjaga bumi adalah kewajiban,” pungkasnya.
Sementara itu, Azmi Asmuni Majid, selaku moderator acara, menyampaikan bahwa silaturahmi Bupati Paramitha dengan insan pers dan elemen masyarakat merupakan langkah luar biasa.
Di mana, menurut Azmi, bupati dapat menyerap aspirasi dari para tokoh pegiat sosial kemasyarakatan dan jurnalis.
“Bukan hanya penjabaran kinerja Pemkab Brebes 10 bulan di bawah kepemimpinan Mbak Mitha, di situ ada dialog aktif interaktif bagaimana masyarakat menilai, mengkritisi dan juga mengapresiasi kinerja Bupati dan perangkatnya,” kata Azmi yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan Mitha-Wurja.
Dikatakannya, dalam acara tersebut ia melihat suasana cair. Bupati dengan lugas memaparkan dan memberikan respon langsung atas apa yang jadi harapan masyarakat Brebes.
“Dari infrastruktur terutama jalan yang jadi prioritas utama pada tahun pertama menjabat, pendidikan dan kesehatan yang menjadi hak setiap warga mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang prima,” katanya.
Acara diakhiri dengan pengundian doorprize menarik, yakni 5 buah handphone (HP) yang disediakan Bupati Paramitha.
Hadir dalam kegiatan tersebut , Ketua TP PKK Brebes, Ahmad Syaeful Ansori (Mas Asef), Kepala Dinkominfotik Brebes Dr. Warsito Eko Putro, Kepala Badan Kesbangpol) Kabupaten Brebes, Moch. Reza Prisman, serta Azmi Asmuni Majid, selaku moderator acara. (Olam).











