Sinjai, Suara Jelata—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh Dapur MBG Sanjai, Desa Sanjai, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menuai keluhan dari pihak sekolah penerima manfaat.
Menu makanan yang disajikan dinilai kering, kurang menggugah selera, dan disajikan secara ala kadarnya sehingga tidak diminati oleh sebagian siswa.
Keluhan tersebut disampaikan oleh salah satu tenaga pendidik yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan terhadap Dapur MBG Sanjai semakin menguat setelah beredarnya dokumentasi menu makanan yang diterima siswa.
Seperti menu yang dibagikan pada Kamis (29/1/2026), yang terdiri dari mie, sepotong tahu goreng, telur, sayur hijau, mentimun, serta satu buah pisang.
Namun menu tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan gizi siswa, khususnya anak usia sekolah dasar.
Menurutnya, menu MBG yang diterima siswa, terutama berbahan dasar mie, sering kali disajikan tanpa kuah yang cukup sehingga terasa kering saat dikonsumsi.
“Kering sekali menunya, Pak. Anak-anak tidak terlalu suka,” ujarnya.
Selain dinilai kering, kualitas makanan juga dipersoalkan. Pihak sekolah mengungkapkan adanya lauk ayam yang sudah berbau sehingga tidak dikonsumsi oleh siswa karena dianggap tidak layak.
“Beberapa hari lalu kami temukan lauk ayam sudah berbau. Bahkan ada makanan yang sama sekali tidak dimakan siswa karena kondisinya sudah tidak layak,” tambahnya.
Tak hanya itu, proses distribusi makanan juga dinilai kurang memperhatikan aspek kebersihan.
Beberapa menu ditemukan tercampur antara kuah makanan dan buah, yang dinilai dapat menurunkan kualitas dan higienitas sajian.
“Distribusinya juga kurang diperhatikan. Kuah makanan sering bercampur dengan buah, ini tentu tidak higienis,” lanjutnya.
Kepala SPPG sekaligus penanggung jawab Dapur MBG Sanjai, Muhaimin, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan dari media maupun pihak sekolah.
“Terima kasih atas perhatian teman-teman media atas kritik dan sarannya. Kami tentu akan terus melakukan perbaikan pelayanan,” ujar Muhaimin.
Ia menegaskan bahwa setiap masukan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola dapur.
Menurutnya, pihak Dapur MBG Sanjai juga telah membentuk grup komunikasi bersama sekolah-sekolah penerima manfaat untuk memudahkan penyampaian kritik dan saran.
“Mengenai berita hari ini, tentu kami akan terus melakukan perbaikan. Kami juga punya grup bersama pihak-pihak sekolah penerima manfaat, sehingga setiap hari kami memang mengharapkan adanya kritik dan saran sebagai bahan evaluasi untuk menu berikutnya,” jelasnya.
Muhaimin ungkap penyebab menu yang disajikan berbau.
Kondisi itu terjadi kata Muhaimin karena faktor jarak dari SPPG ke penerima manfaat.
”Selain itu karena kondisi jalan yang rusak. Jauh pengantaran dan jalan yang terjal,” katanya.
Ia sebut pihaknya perdana menyediakan menu basah.
“Selama kita beroperasi baru perdana kita sediakan makanan basah,” ujarnya.
Muhaimin berkomitmen akan memberikan pelayanan yang baik kedepan.
Selain Ayam Berbau, Menu MBG Dapur Sanjai di Sinjai Juga Kering dan Seadanya











