Bulukumba, Suara Jelata–-Seorang ahli gizi atas nama A. Yulia menyatakan keberatan atas pemberhentian dirinya secara sepihak dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.
Pemberhentian tersebut terjadi di SPPG Balibo yang beralamat di Desa Balibo, Kecamatan Kindang.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, A. Yulia mengaku menerima pesan WhatsApp pada 10 Februari 2026 dari Kepala SPPG, Muh. Syamsir, yang menyatakan bahwa dirinya tidak dapat bekerja sama dalam program MBG karena sedang hamil enam bulan.
Dia menyampaikan bahwa sebelum pemberhentian itu terjadi, dirinya telah melalui proses wawancara dan dinyatakan diterima bekerja.
Ia bahkan telah ditempatkan untuk menjalani magang di SPPG lain guna mempelajari mekanisme kerja dan tugas yang akan dijalankan sebagai ahli gizi dalam program tersebut.
Menurutnya, alasan kehamilan tidak pernah disampaikan sebagai hambatan saat proses rekrutmen berlangsung.
Ia menilai keputusan pemberhentian yang disampaikan secara singkat melalui pesan pribadi tanpa penjelasan tertulis maupun mekanisme resmi sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur.
”Saya konfirmasi Kepala SPPG, namun mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil arahan Koordinator Wilayah SPPI dan pihak yayasan, ” katanya. Kamis, (19/2/2026).
Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh A. Yulia, pihak yayasan yang disebutkan tidak mengetahui secara langsung terkait pengelolaan dapur dimaksud.
Upaya komunikasi lanjutan kepada Koordinator Wilayah SPPI juga disebut tidak membuahkan kejelasan.
A. Yulia menyatakan hingga dapur resmi diluncurkan pada 18 Februari 2026, belum ada konfirmasi lanjutan ataupun penyelesaian terkait status kerjanya.
”Perempuan yang sedang hamil pada dasarnya memiliki perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 82 dan Pasal 153, serta ketentuan terbaru dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023,” terangnya.
Hingga berita ini diturunkan kepala SPPG Balibo belum memberikan saat dikonfirmasi lewat seluler.
Alasan Karena Hamil, Ahli Gizi Ini Diberhentikan Sepihak dari Dapur SPPG Balibo Bulukumba











