DAERAH

Krisis Sampah di Brebes, TPA Kaliwlingi Ditutup Sementara Akibat Overload dan Kerusakan Alat Berat

×

Krisis Sampah di Brebes, TPA Kaliwlingi Ditutup Sementara Akibat Overload dan Kerusakan Alat Berat

Sebarkan artikel ini
Surat edaran resmi dari DLH Brebes. (Foto : Istimewa).

BREBES JATENG, Suara Jelata Kepala DLH Brebes, Mochamad Sodiq, melarang pengangkut sampah membuang ke TPA Kaliwlingi Brebes mulai 18 Februari 2026 hingga 20 Februari 2026 menyusul kondisi kritis kapasitas dan kerusakan alat berat di lokasi tersebut.

Pemandangan tak biasa membayangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliwlingi di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Sejak 18 Februari 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes resmi mengeluarkan instruksi keras: pengangkut sampah, terutama paguyuban roda tiga, dilarang total membuang sampah langsung ke TPA Kaliwlingi.

Kebijakan darurat ini diambil setelah kondisi TPA mencapai titik nadir, tercekik oleh kelebihan kapasitas dan matinya sejumlah alat berat vital.

Mochamad Sodiq, Kepala DLH Brebes, tak menampik situasi genting ini.

“Kami sampaikan bahwa TPA Kaliwlingi untuk sementara ditutup hingga Jumat, 20 Februari 2026,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (19/2/2026) lalu.

Ia menambahkan, aktivitas pembuangan sampah oleh angkutan Tosa baru bisa dilakukan kembali pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Penutupan ini, katanya, demi menghindari antrean panjang dan penumpukan sampah yang tak terkendali di area TPA Kaliwlingi.

Bukan sekadar penuh, TPA Kaliwlingi memang sedang dalam mode “darurat”. Tumpukan sampah menggunung, mengancam operasional sehari-hari.

Sejumlah alat berat utama yang sejatinya menata dan memadatkan sampah, kini teronggok tak berdaya lantaran rusak.

Situasi ini jelas memperparah kapasitas TPA yang memang sudah overload sejak lama.

Sebuah pukulan telak bagi pengelolaan sampah Brebes. Sodiq mengakui, pihaknya sedang berjibaku.

“Kami sedang mengupayakan perbaikan alat berat secepat mungkin agar penataan sampah di seluruh TPA kembali normal,” katanya.

Alur pembuangan sampah pun dialihkan sementara, sebuah manuver darurat untuk menjaga kelancaran di lapangan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf.

“Pihak Dinas memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen untuk mempercepat pemulihan fasilitas agar layanan pengangkutan sampah kembali normal,” kata dia.

Namun, Sodiq tak hanya berfokus pada perbaikan teknis. Ia juga mengetuk kesadaran publik.

Sodiq juga menghimbau dan meminta masyarakat, dunia usaha, perkantoran untuk melakukan pemilah sampah dari tempat, sampah organik diolah jadi kompos dan anorganik dikelola dalam Bank Sampah 3R.

Dengan demikian akan mengurangi sampah dari sumbernya,” tegasnya.

Sebuah ajakan yang tak hanya relevan di tengah krisis TPA Kaliwlingi, namun juga krusial bagi masa depan pengelolaan sampah di Kabupaten Brebes. (Olam).