Sinjai, Suara Jelata—Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, hari ini belum operasional perdana setelah libur.
SPPG yang melayani 2.000 penerima manfaat ini diberhentikan sementara oleh BGN karena awalnya belum memenuhi syarat administrasi.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sinjai, Sapriadi, mengungkapkan bahwa secara teknis dan standar kelayakan, dapur MBG Tongke-Tongke sebenarnya telah memenuhi berbagai persyaratan penting.
“Sudah ada sertifikat halal dan juga telah mengantongi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi),” ujar Sapriadi saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa dapur tersebut masih terkendala pada aspek administratif yang menjadi syarat wajib sebelum izin operasional resmi diterbitkan.
“Masih ada administrasi yang sementara dipenuhi. Ini dilakukan untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.
Sapriadi menegaskan bahwa langkah penundaan ini bukan karena persoalan teknis di lapangan, melainkan bagian dari upaya memastikan tata kelola program berjalan sesuai regulasi dan standar nasional.
Di sisi lain orang tua berharap proses administrasi tersebut dapat segera diselesaikan agar layanan dapur MBG kembali optimal
Mengingat program ini menjadi salah satu penopang penting bagi pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dengan capaian layanan yang sudah menjangkau ribuan penerima manfaat, dapur MBG Tongke-Tongke dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung program peningkatan gizi nasional.
Sudah Bersertifikat Halal, Dapur MBG Tongke-Tongke Sinjai Menunggu Ijin Operasional










