DAERAH

Momen Hangat di Grand Surya: Saat Aktivis dan Praktisi Pers Brebes Melebur dalam Tradisi Syawal

×

Momen Hangat di Grand Surya: Saat Aktivis dan Praktisi Pers Brebes Melebur dalam Tradisi Syawal

Sebarkan artikel ini
CEO PT Dedy Jaya Lambang Perkasa, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi, mengisi tausiah di acara halalbihalal. ( Foto : Olam).

BREBES JATENG, Suara Jelata Ratusan aktivis LSM dan praktisi pers se-Kabupaten Brebes berkumpul di kediaman Asrofi, Desa Pulosari, Kamis (3/4/2026).

Kegiatan itu diadakan guna mempererat silaturahmi sekaligus memantapkan kerja sama dalam mengawal pembangunan daerah pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Suasana hangat menyelimuti Grand Surya Residence dan kediaman tokoh masyarakat Asrofi di Desa Pulosari, Kecamatan Brebes.

Di sana, para penggerak swadaya masyarakat dan pemburu berita yang biasanya sibuk di lapangan, kini duduk dalam satu majelis.

Acara Halalbihalal ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan menjadi momentum krusial untuk menyamakan frekuensi dalam membangun Kabupaten Brebes.

Ketua Panitia Pelaksana, Abul Aris Assaad atau yang akrab disapa Hada, menegaskan bahwa pertemuan ini lahir dari kerinduan akan sinergi yang lebih solid.

Hada menyadari kesibukan masing-masing pihak seringkali membuat komunikasi terhambat.

Padahal, menurutnya, aktivis dan media adalah dua pilar penting dalam memastikan kebijakan publik tetap berada di rel yang benar.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Wurja, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini.

Pemerintah daerah memandang kritik konstruktif dan masukan dari LSM serta pers sebagai vitamin bagi pembangunan.

Menariknya, di tengah suasana akrab tersebut, Wurja juga menyelipkan pesan kewaspadaan terkait kondisi geografis Brebes yang belakangan dihantam cuaca ekstrem, termasuk insiden longsor di beberapa titik.

Nuansa spiritualitas kian kental saat DR. Muhadi Setiabudi naik ke podium memberikan tausiyah. CEO Dedi Jaya Lambang Perkasa ini mengajak para peserta untuk mengedepankan nilai kebaikan dan saling menghargai dalam menjalankan peran profesi masing-masing.

Baginya, komunitas yang harmonis adalah modal utama keberkahan sebuah daerah.

Diskusi mengalir hingga ke meja-meja makan, menyentuh isu pelayanan publik hingga pengelolaan sumber daya alam.

Sekretaris Panitia, H. Purwanto, menyebutkan bahwa pertemuan ini juga menjadi wadah identifikasi masalah yang akan dikawal bersama pada tahun mendatang.

Salah satu aktivis LSM, Kismanto Hadipranoto, menyampaikan rasa senang atas pelaksanaan acara ini.

Menurutnya, acara seperti ini sangat diperlukan untuk menjaga hubungan baik dan memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh berbagai pihak tetap selaras dengan kepentingan masyarakat.

Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat seperti H. Ridhohul Khukam ini pun dipungkasi dengan doa syahdu yang dipimpin oleh Gus Akrom. (Olam).