BREBES JATENG, Suara Jelata – Tiga remaja perempuan tertemper Kereta Api 302 bermuatan parcel di jalur rel Km 313+5, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jumat (1/5/2026) pagi.
Insiden tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka.
Pagi yang tenang di wilayah selatan Kabupaten Brebes seketika berubah mencekam.
Sekitar pukul 07.44 WIB, suasana di Dukuh Talok, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, pecah oleh suara benturan keras di lintasan kereta api.
Tiga remaja perempuan yang tengah asyik mengobrol di bahu jalan rel tak menyadari maut sedang mengintai dari arah belakang.
Insiden memilukan ini melibatkan Kereta Api (KA) 302 bermuatan parcel dengan lokomotif CC 2017804 yang melaju dari Jakarta menuju Surabaya.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, awalnya terdapat lima remaja perempuan yang berjalan menyusuri jalur timur Km 313+5.
Saat kereta melintas dari arah barat, dua remaja berhasil melompat menyelamatkan diri, namun tiga lainnya gagal menghindar.
Masinis yang menyadari adanya insiden tersebut segera melaporkan kejadian ke Stasiun Bumiayu, yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Bumiayu bersama Polsuska dan Koramil langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi para korban ke RSUD Bumiayu.
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto SE, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Berdasarkan pemeriksaan medis, satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan satu korban, Tantri Syafa’atunnisa (15), warga Tonjong, Brebes, meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala,” ujar Edi.
Nasib malang juga menimpa dua rekan korban lainnya. Keyra Maylaffaiza (18), remaja asal Jakarta Utara, saat ini tengah berjuang dalam kondisi luka berat di bagian kepala.
Sementara Medika Aulia Syahdina (16), remaja asal Cilacap, dilaporkan mengalami luka ringan di bagian pelipis.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi warga sekitar akan bahaya beraktivitas di jalur aktif kereta api.
Area yang seharusnya steril seringkali masih dijadikan tempat bersantai oleh warga lokal maupun pendatang.
AKP Edi Mardiyanto pun memberikan peringatan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Jangan pernah menjadikan area rel sebagai tempat bermain, berfoto (selfie), atau sekadar nongkrong,” tegas Edi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kronologi pasti di lokasi kejadian, sementara para korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (Olam).











