SINJAI, Suara Jelata– Ketua Umum Gerakan Sinjai Muda (GSM) menyayangkan sikap Pemprov yang lambang menangani kerusakan jalan di Desa Botolempangan, Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Hal tersebut dinilai ketua GSM, Nurhidayatullah B. Cottong sebagai ciri-ciri yang memperlihatkan ketidak seriusan Pemprov dalam mengerjakan proyek infrastruktur jalan yang senilai 4,4 Miliyar.
Pasalnya, jalan yang dikerja akhir tahun 2018 kini sudah anjlok dan sampai sekarang setelah berbulan-bulan rusak belum ada perbaikan dari pihak terkait.
“Yang kita takutkan jangan sampai setiap pengerjaan infrastruktur seperti ini hanya mengejar untung tanpa asas kualitas, kerja seadanya giliran rusak ditinggalkan, jadi seolah-olah ditelantarkan,” Kata Dayat. Senin, (17/6/2019).
Jalan terbut tepatnya, jalan poros palempeng munte yang menghubungkan pelempeng, Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Kecamatan Sinjai Borong dan Desa Botolempangan Kecamatan Sinjai Barat.
Dayat berharap, semoga kritik dari warga bisa menjadi notifikasi bagi pemerintah untuk segera bertindak cepat.
“Kita semua tentu berharap Pemerintah cepat tanggap menangani hal seperti ini, karena banyak yang dirugikan dengan kerusakan jalan tersebut dan juga sangat berbahaya bagi pengendara” Ucapnya.
Bahkan, menurut Dayat, beberapa bulan lalu kondisi jalan tersebut telah di kritik salah satu anggota Dewan Kabupaten Sinjai, yang mempermasalahkan rusaknya jalan agar ada perhatian segera mungkin.
Saii












