BULUKUMBA, Suara Jelata—Mendapat kritikan dari Masyarakat dan relawan Desa balangtaroang yang dianggap tidak serius dalam pencengahan Wabah Covid 19.
Pemerintah Desa Balangtaroang, Kecamatan Bulukumpa mengaku telah mengambil langkah siaga bencana terkait wabah pandemik covid 19.
Ketua BPD Desa Balangtaroang Bulan, mengatakan Posko siaga bencana yang dibentuk senin (30/3) lalu dan sosialisasi ke masyarakat Sudah dilakukan terkait Covid-19 yang melibatkan petugas kesehatan, BPD, Kepala Dusun,dan Babinsa.
“Kemudian Pemdes bersama BPD, Babinsa dan ketua karang taruna melaksanakan penyemprotan disinfektan di Masjid, Musholah, Pustu, Kantor Desa, dan rumah warga, “lanjutnya.
Pembentukan Posko siaga covid 19 untuk membantu pemerintah dalam penangan covid-19 di Desa Balangtaroang untuk sementara berposko di Pustu depan Kantor Desa lama (Dusun batu menteng).
“Tujuan pembentukan posko pada hari senin yang lalu memang posko siaga covid-19 namun untuk jadwal siaga sementara disusun oleh pemdes dan tadi berjalan sampai pukul 14.30 dan sempat mendata 6 orang warga pendatang, “tuturnya.
Dari informasi yang di himpun pemerintah desa (pemdes) malam ini sudah bergerak untuk pengadaan alat yang akan digunakan oleh petugas kesehatan diantaranya pengadaan Baju, APD, Masker, Termo Elektrik, Handskun untuk petugas.
“Besok pagi Pemerintah desa (05/04) akan melakukan rapat untuk pembagian tugas dan jadwal diposko siaga bencana covid 19, petugas kesehatan juga sudah mengusulkan ke pemdes untuk melibatkan karang taruna dan pemuda untuk posko covid ini,”tuturnya.
Arsyi











