Cerita Mahasiswa UIN Alauddin Makassar dan Takjil Es Melon Jualannya

MAKASSAR, Suara Jelata—Penjual takjil dadakan menjamur di sekitar kampus UIN Alauddin Makassar seakan menjadi hal yang lumrah ketika menjelang berbuka puasa dan menjadi rutinitas di setiap bulan ramadhan.

Seperti yang di lakukan oleh Manru, salah seorang mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Dia mengaku menjual takjil sekaligus untuk mengumpulkan dana untuk kegiatan inagurasi yang diadakan oleh jurusannya.

Manru dan teman temannya mulai menjajakan dagangan takjilnya pada pukul 16:00 Wita karena melihat kondisi jalanan yang sudah mulai padat.

Banyaknya mahasiswa yang telah selesai melaksanakan proses perkuliahan dan otomatis akan singgah untuk membeli dagangannya.

Mereka menjual Es melon yang di bandrol dengan harga yang sangat murah hanya 5000 rupiah untuk satu porsi saja.

Harga yang pas di kantong para mahasiswa yang hendak pulang ke kos tanpa perlu buat lagi di rumah.

Untuk pembuatan es melon sendiri di perlukan beberapa bahan diantaranya buah melon, agar-agar, nata de coco, biji selasih dan sebagai pelengkap di tambahkan susu kental manis,es batu dan sirup rasa melon.

Pembuatannya dilakukan dengan pemotongan buah melonnya selain bisa diiris tipis tipis juga bisa dilakukan dengan mamarutnya.

Untuk lebih cepatnya agar agar di masak dengan 2 gelas air untuk satu bungkus agar agar.

“Untuk biji selasinya sendiri kita juga hendak memasaknya dengan air mendidih dan sesuatu dengan selera,”katanya.

Untuk na ta de coconya dia bisa langsung membeli yang sudah jadi dan itupun banyak di jual di pasaran dan minimarket.

Selanjutnya dalam menghidangkan es melon itu sendiri dia tidak perlu mencampurkan semua bahannya, cukup di simpan dalam wadah tertutup kemudian guna mempermudah pembawaan dari rumah menuju lokasi penjualan.

“Ketika sudah sampai di lokasi penjualan kami sudah menyiapkan meja untuk dijadikan tempat berjualan,”bebernya.

Sambil mempersiapkan semua bahan bahan yang di perlukan kami juga harus melihat situasi dan kondisi seperti kondisi cuaca dan pusat keramaian di lokasi kami.

Proses penghidangan berlangsung cukup singkat karena bahan bahannya semua sudah di siapkan tinggal mencampur semua bahan tadi mulai dari buah melon, biji selasih,agar agar kemudian di tambahkan es batu, susu dan sirup melon sebagai pelengkap.

Untuk modal awal mereka mendapatkan anggaran beberapa persen dari HMJ, lalu di sodorkan ke anggotanya.

Kemudian mereka mengusulkan untuk berjualan es melon selain mudah untuk di buat serta untuk mendapatkan bahan bahannya bisa di dapatkan di pasar.

“Keuntungan dari penjualan es melon tersebut berkisar mulai dari Rp.50.000 – Rp.100.000 tapi kalau rejekinya bisa sampai Rp. 200.000 ” ungkap Manru.

Dan ketika jualan mereka tidak habis maka mereka akan mengkomsumsi sendiri jualan mereka dan kalau jualannnya lebih banyak mereka hanya membagikannya kepada teman teman mereka ataupun kepada tetangga kosnya.

Satu hal yang juga memengaruhi tingkat pendapatan para pedagang takjil, khususnya pedagang takjil yang menyajikan es.

Jika musim hujan, para pedagang es ini harus mengalami kerugian yang cukup besar akibat dagangannya tidak laku.

Tetapi mereka tetap optimis bahwa bulan suci Ramadhan ini merupakan bulan penuh rahmat, berkah dan rejeki.

Penulis: Husnul Khatimah, Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari suarajelata.com.

Mari bergabung di Halaman Facebook "suarajelata.com", caranya klik link Suara Jelata, kemudian klik ikuti.