Seks dan Kekuasaan

  • Whatsapp
Penulis.

Opini — Kata seks di zaman modern ini sudah kata yang tidak asing lagi dan kesakralannya semakin hari semakin pudar.

Menjadi tidak asing lagi sebab ia menjadi pembicaraan dan perbincangan di berbagai sudut kota dan desa, maupun di berbagai lapisan masyarakat.

Muat Lebih

Menjadi tidak sakral lagi sebab hal yang sifatnya rahasia dan privat sudah dibungkam oleh arus modernitas untuk mencari kenikmatan tentang seks itu sendiri. Seks yang merupakan sistem biner halal dan haram sekarang berevolusi dengan sistem biner untung dan rugi.

Seks semakin hari semakin mengalamai perubahan massif. Seks yang hanya ada dalam ruangan terisolir dari “keramaian”, yang hanya dibicarakan dalam kamar berpasangan sekarang sudah tidak ada lagi.

Media semakin hari semakin menjadi-jadi membicarakan tentang seks. Media lupa bahwa ia menjadi konsumsi masyarakat belahan dunia dan tidak tahu bahwa anak yang di bawah umur mengkonsumsi hal tersebut berdampak pada regenerasi yang bobrok dengan akhlak.

Seks dalam pengertian KBBI adalah jenis kelamin, hal yang berhubungan dengan alat kelamin. Jika kata tersebut dikembangkan, akan lahir seksual yang merupakan hubungan antara jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan.

Seks punya peran penting dalam hidup, ia menjadi alat produksi untuk menciptakan manusia-manusia yang baru dan ia juga sebagai tempat pelampiasan kenikmatan.

Seks yang dulunya hanya ada di teks-teks kitab suci yang tertuang menjadi sejarah. Sekarang, hal tersebut sudah berbeda. Seks juga punya sejarah yang menarik dan unik, yang dengan sejarah seks dapat mempengaruhi pola pikir dan pola tingkah laku dalam sebuah masyarakat.

Agama dan Negara bahkan punya sejarah seks tersendiri. Dalam Agama Islam dengan kitab sucinya Al-Qur’an, seks punya sejarah dengan tokohnya yaitu Adam dan Hawa (Tanah). Yang di mana ketika itu, Adam adalah manusia pertama di surga dengan beberapa makhluk yang berbeda dari segi penciptaannya yaitu Iblis dari Api dan Malaikat dari Cahaya.

Ketika penciptaan Adam selesai, Adam ini merasa kesepian, karena kesepiannya itu Tuhan menciptakan makhluk yang sejenis dengannya untuk menemani Adam yaitu Hawa.

Penciptaan makhluk yang bernama manusia ini membuat Iblis iri, sombong dan ketidaksukaan kepada manusia. Maka Iblis merayu dan membujuk agar Adam dan Hawa memakan buah terlarang yaitu buah Khuldi. Yang pada akhirnya, Adam dan Hawa tidak bisa menahan karena kata Iblis buah itu merupakan buah yang paling lezat dan nikmat diciptakan oleh Tuhan.

Maka Adam dan Hawa memakan buah tersebut, yang pada akhirnya Adam dan Hawa dikeluarkan dari Surga karena melanggar aturan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Adapun buah yang dimaksud di sini bukan buah seperti pada umumnya, melainkan buah dalam artian hubungan seks karena kenikmatan yang muncul ketika melakukannya.

Dalam konsepsi orang Islam, mereka meyakini hal itu sebagai skenario Tuhan dan mempengaruhi pola pikir orang Islam sampai sekarang dan meyakini akan kebenarannya. Sedangkan, dalam konsep negara, Jepang punya sejarah seks tersendiri dengan dua dewa bersaudara yaitu Dewa Izanagi (laki-laki) dan Dewa Izanami (perempuan).

Kedua dewa ini saling berbincang bahwa mengapa ketika penciptaannya ada di dalam dirinya yang berlebihan dan kekurangan.

Berlebihan pada diri Izanagi dan kekurangan pada diri Izanami, yang akhirnya untuk menutup hal tersebut kedua Dewa ini melakukan hubungan seks. Akan tetapi sebelum berhubungan, kedua Dewa ini harus mengelilingi dunia sebanyak 7 kali terlebih dahulu agar hubungannya tidak dimurkai oleh Tuhan.

Hubungan ke dua dewa ini dikarunia anak yang bernama Susanoo dan Amaterasu. Susanoo ini bermusuhan dengan saudarinya Amaterasu dan Susanoo ini berhasil memojokkan Amaterasu, sehingga ia berlindung ke dalam gua.

Ketika Amaterasu berlindung ke dalam gua, maka gelaplah seluruh dunia. Dengan kejadian tersebut maka Susanoo harus mengeluarkan Amaterasu dari gua agar dunia kembali terang.

Susanno tahu bahwa Amaterasu suka melihat parasnya cantik di depan cermin. Maka Susanoo ini meletakkan cermin di depan gua agar Amaterasu yang pada akhirnya Amaterasu ini keluar.

Keluarnya Amaterasu dari gua tersebut membuat dunia kembali terang menderang. Sejarah cerita seks tersebut yang menjadi cikal bakal mengapa Jepang dijuluki matahari terbit, dan mengapa di tengah bendera Jepang ada warna merah bulat, karena hal tersebut.

Penulis memberikan judul Evolusi Seks pada tulisannya ini, karena ternyata dalam setiap kehidupan ini, kita tidak bisa lepas dari yang namanya seks.

Dominasi kekuasaan, penindasan, ketundukan dan kepatuhan, tabu dan ketidaktabuan. Semua hal tersebut ada dalam seks. Dalam seks yang mendominasi merupakan yang berkuasa dengan melupakan pasangannya demi kenikmatannya tersendiri dan punya kendali yang penuh akan hal tersebut.

Demi kenikmatannya sendiri dan melupakan dengan siapa ia berhubungan, tidak akan merasa puas ketika apa yang diinginkan tidak tercapai. Kehidupan seperti itu, penulis memperhatikan ketika yang mendominasi dalam sebuah kelompok, masyarakat bahkan negara berkuasa, maka dengan sewenang-wenangnya menggunakan hal tersebut untuk kepentingannya sendiri, melakukan tindakan otoriter karena merasa ketidakpuasan yang ada pada dirinya.

Bahkan pelaku korupsi merupakan yang ‘paling jago’ dan berpengalaman dalam seks. Penindasan, ketundukan sampai pada kepatuhan juga ada dalam seks. Yang punya otoritas dalam seks adalah yang berkuasa dan punya kendali penuh akan hal tersebut.

Kelompok, masyarakat yang ditindas dianalogikan dengal hal di atas. Ketika yang berkuasa punya kendali penuh dalam hidup, kekuasaan dengan semaunya sendiri maka jangan heran ketika melihat ada individu, kelompok bahkan masyarakat yang hanya tunduk, patuh. Mengiyakan saja, merupakan bukti bahwa hegemoni dalam hidup merupakan hal yang benar-benar ada karena kekuasaan tersebut.

Tabu dan ketidaktabuan merupakan hal paling primordial dalam seks karena punya hubungan dengan kenikmatan itu sendiri. Tabu dalam seks merupakan hal yang hanya melakukan seks tersebutlah yang tahu kenikmatannya.

Tetapi zaman sekarang, hal tersebut sudah berbeda lagi, seks tidak pada tempatnya lagi, sudah tidak tabu dan sakral. Di mana-mana seks menjadi pembicaraan yang paling menarik perhatian banya orang, bahkan untuk mencari kenikmatan tentang seks itu sendiri dibuatkan film porno.

Seks yang tadinya hanya menjadi pembicaraan dalam kamar saja, sekarang malah berubah. Ketidaktabuan seks itu sendiri berdampak pada pola tingkah-laku masyarakat modern sekarang.

Regenerasi yang diharapkan karena ketidaktabuan seks itu lagi, maka degenerasi yang muncul. Perkembangan pesat teknologi memang merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi.

Hanya saja, masyarakat modern dan millenial tidak tahu apa yang dapat diambil dari perkembangan teknologi tersebut.

Abad ke-21 menjadi tolak ukur untuk masa yang akan datang, akan dibawa ke mana mereka. Apakah generasi sekarang ini dapat mendayagunakan perkembangan teknologi tersebut dengan baik atau tidak.

Apakah dengan perkembangan teknologi tersebut, generasi dapat memanfaatkan untuk kebaikannya. Masa depan yang cerah dan suram ada di depan mata.

Penulis: Moeltazam

loading...

Pos terkait