PULAU MOROTAI MALUT, Suara Jelata – Kabupaten Pulau Morotai sebagai bagian dari wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang menjanjikan. Produk ikan tuna berkualitas tinggi yang dihasilkan dari sektor perikanan dan kelautan diharapkan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat nelayan.
Sayangnya, harapan tersebut belum terealisasi. Meskiun Morotai memiliki potensi yang sangat menjanjikan, namun sejumlah kendala terutama infrastruktur dermaga tol laut yang representatif sama sekali belum dimiliki. Padahal, dengan hasil ikan tuna yang melimpah, dipastikan dapat membuka peluang pemasaran bukan hanya pasar domestik tapi juga mancanegara.
Nilai jual ikan tuna yang rendah oleh masyarakat nelayan ke perusahaan pembeli, ke sebuah perusahaan berimplikasi pada rendahnya pendapatan masyarakat nelayan. Di satu sisi, nelayan sangat terbebani dengan tingginya biaya operasional logistik. Kondisi yang tidak berbanding lurus ini juga turut mempengaruhi ketidakstabilan harga jual ikan tuna.
Diketahui, dengan belum tersedianya fasilitas dermaga tol laut, produksi tuna dari kabupaten yang berada di ujung paling timur Indonesia ini terpaksa mengandalkan satu-satunya dermaga tol laut yang dimiliki “kakak kandungnya” yakni Kabupaten Halmahera Utara. Dari Halmahera Utara (Tobelo) inilah, hasil tuna Morotai selanjutnya dikirim ke Surabaya.
Praktis dengan kondisi ini, dapat dikatakan, secara ekonomis potensi kepemilikan hasil perikanan Morotai turut memberi sumbangsih bagi peningkatan PAD Kabupaten Halmahera Utara.
Akan menjadi berbeda manakala Morotai memiliki fasilitas dermaga tol laut, potensi tuna yang melimpah tersebut bisa dikirim langsung ke Surabaya, praktis PAD Morotai turut terdongkrak.
Mencermati kondisi pembangunan sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Pulau Morotai tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Pulau Morotai hadir dalam rangka mengagregasi kepentingan pembangunan yang perlu secepatnya butuh perubahan.
Diwawancarai awak suarajelata.com, Rabu (05/11/2025), Wakil Ketua LSM GMBI Kabupaten Pulau Morotai, Asrul Turkie, mengatakan, Pemda Kabupaten Pulau Morotai dan Pemerintah Provinsi Malut, serta Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan perlu bersinergi dalam rangka percepatan pembangunan Pulau Morotai.
“Salah satu agenda penting adalah percepatan pembangunan infrastruktur adalah dibangunnya dermaga tol laut,” kata Asrul.
Menurutnya, ini akan membuka aksesibilitas ekspor produk hasil perikanan. Bahkan jika perlu membuka peluang ekspor ke mancanegara.
“Dengan dimilikinya fasilitas dermaga tol laut nantinya akan menggenjot PAD, di samping mengikatkan nilai pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Asrul optimis, dengan potensi yang begitu besar, apabila dikelola secara baik dan profesional akan ada banyak nilai manfaat yang bisa diraih.
Senada dengan Asrul, Ketua LSM GMBI Kabupaten Pulau Morotai, Rustam Mandea pun turut berharap adanya sinergitas tersebut. Mengingat Morotai memiliki potensi penghasil ikan tuna yang sangat menjanjikan.
“Sebagai putra daerah juga atas nama GMBI, saya tetap berkomitmen untuk mengawal agenda perubahan pembangunan. Serta kemajuan daerah demi tercapainya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Pulau Morotai,” tukas Rustam, Ketua GMBI Kabupaten Pulau Morotai. (Ateng)











