DAERAHPOLITIK

Tak Terima Hasil Konfercab DPC PDIP Brebes 2025, Sejumlah Kader Mengundurkan Diri

×

Tak Terima Hasil Konfercab DPC PDIP Brebes 2025, Sejumlah Kader Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini
Sejumlah kader menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan DPC PDI Perjuangan Brebes. (Foto : Ist).

BREBES JATENG, Suara Jelata Dua puluh orang kader PDI Perjuangan Kabupaten Brebes menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan partai berlambang banteng.

Mereka beralasan kecewa hasil Konferensi Cabang (Konfercab) 2025 DPC PDIP Brebes yang digelar pada 28 Desember 2025 lalu di Semarang.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Di mana dalam konfercab, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memutuskan dan menetapkan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDIP Periode 2025-2030.

Mereka menyatakan kekecewaan atas keputusan DPP dan DPD yang tidak mengakomodir aspirasi mereka, membuat mereka merasa diabaikan dan tidak dihargai.

Pernyataan tersebut mereka sampaikan di halaman Kantor DPC PDIP Brebes  di Jalan Taman Siswa No.8, Saditan, Brebes, Kecamatan/Kabupaten. Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Salah satu dari mereka, Dede Alfayed, Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulakamba. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengusulkan salah seorang calon tersendiri.

Bahkan, keputusan tersebut telah dipelajari selama dua bulan, namun hasilnya tidak sesuai dengan usulan PAC.

“Kami kecewa karena keputusan itu bukan dari yang kami usulkan. Orang lain yang dipilih, padahal kami sudah mengusulkan. Ini seperti kami tidak dipercaya dan tidak dihargai. Kami merasa seperti hanya menjadi boneka, tidak memiliki suara dalam partai,” ujarnya dengan nada kekecewaan.

Dede Alfayed menegaskan bahwa keputusan ini merupakan sikap sebagai kader yang tidak puas dengan proses pengambilan keputusan partai yang tidak transparan dan tidak demokratis.

“Ini bukan hanya tentang satu orang, tapi tentang proses yang tidak adil. Kami berharap partai dapat mendengar aspirasi kami dan melakukan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan yang lebih inklusif dan demokratis. Kami ingin partai ini menjadi partai yang benar-benar mewakili suara rakyat, bukan hanya suara elit,” jelas Dede Alfayed.

Pengunduran diri ini, lanjut Dede, juga merupakan protes keras dari PAC Bulakamba dan Bumiayu terhadap keputusan partai yang mereka anggap tidak adil.

“Kami tidak bisa menerima keputusan yang tidak mengakomodir aspirasi kami. Kami akan terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan. Kami akan tetap berdiri teguh dan tidak akan menyerah,” tegasnya.

Dede Alfayed juga menambahkan bahwa pengunduran diri ini bukan akhir dari perjuangan mereka.

“Kami akan terus berjuang untuk membawa perubahan dalam partai dan membawa suara rakyat ke tingkat yang lebih tinggi. Kami tidak akan berhenti sampai kami mencapai tujuan kami,” katanya.

Mereka tiba di Kantor DPC PDIP Brebes sekira pukul 14.00, namun kantor dalam keadaan sepi tak terlihat seorang pun.

Meski demikian, Kader-kader tersebut tetap menyerahkan KTA, surat pernyataan, atribut, dan baju partai sebagai simbol pengunduran diri mereka di meja resepsionis kantor DPC PDIP  Brebes yang kosong.

Berhubung tidak ada yang menemui, mereka berusaha menghubungi pihak partai melalui telepon, namun tidak ada yang datang.

Akhirnya, surat pernyataan sikap mundur tersebut dibawa pulang kembali oleh kader-kader PDIP Brebes dan akan diserahkan pada hari Senin mendatang. (Olam).