Ternate, Suara Jelata—Serikat Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) Ternate mengkritik kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Talaga Rano, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Ketua Umum SEMA-HABAR Ternate, Riwan Basir, menilai Kementerian ESDM tidak cermat dalam melihat kondisi sosial, lingkungan, dan budaya masyarakat adat Wayoli dan Suku Sahu yang tinggal di sekitar kawasan Talaga Rano.
Menurut Riwan, pemerintah seharusnya belajar dari berbagai bencana ekologis di Indonesia, seperti banjir bandang di Aceh dan Sumatera akibat penggundulan hutan.
“Jangan sampai izin dikeluarkan tanpa kajian ekologis yang matang. Talaga Rano adalah hutan adat dan sumber mata air masyarakat,” kata Riwan dalam keterangannya, Jumat, (16/1/2026).
Ia menyebut penolakan warga sudah disampaikan sejak sosialisasi proyek geothermal di Kantor Bupati Halmahera Barat pada 14 Oktober 2025.S
Saat itu, masyarakat adat Wayoli dan Suku Sahu bersama kepala desa menyatakan keberatan atas rencana pembangunan geothermal.
Talaga Rano selama ini menjadi sumber kehidupan warga melalui perkebunan pala, cengkeh, dan kelapa.
Kawasan tersebut juga menjadi habitat satwa endemik Maluku Utara, salah satunya Burung Bidadari Halmahera.
SEMA-HABAR juga menyoroti keputusan pemerintah yang memberikan izin pengelolaan panas bumi kepada perusahaan asing. PT Ormat Geothermal Indonesia merupakan anak usaha Ormat Technologies Inc yang berbasis di Amerika Serikat.
Riwan mengingatkan pembukaan hutan untuk proyek geothermal berpotensi memicu bencana ekologis seperti banjir dan longsor.
Ia menyinggung musibah banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ibu dan Loloda, Halmahera Barat.
“Kami tidak ingin Halmahera Barat menjadi korban kebijakan energi yang mengabaikan keselamatan lingkungan dan masyarakat adat,” tegasnya.
SEMA-HABAR Ternate menyatakan akan terus mengawal kebijakan pengembangan geothermal di Talaga Rano dan kawasan Gunung Idamdehe yang saat ini telah beroperasi.












