BREBES JATENG, Suara Jelata – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Brebes sukses menggelar atraksi barongsai yang memukau ribuan pengunjung di Rest Area KM 260B Banjaratma pada Selasa, 17 Februari 2026.
Acara ini menandai perayaan Imlek 2577. Rest Area KM 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, mendadak bergemuruh. Bukan oleh laju kendaraan, melainkan oleh riuh tepuk tangan dan dentuman simbal yang mengiringi tarian singa-singa lincah.
Sejak pukul 13.30 WIB, ribuan penonton dari berbagai latar belakang, baik pemudik maupun warga lokal, memadati area untuk menyaksikan puncak perayaan Imlek 2026.
Perhelatan akbar ini diprakarsai oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia bekerja sama dengan Rest Area Heritage KM 260B.
Ini bukan kali pertama Banjaratma menjadi saksi. Selama dua tahun berturut-turut, lokasi strategis ini selalu sukses menarik perhatian publik, menjadikannya penanda kebudayaan Tionghoa yang terbuka di Brebes.
Dhani Bagus Purnama, Ketua PSMTI sekaligus pemilik Toko Telur Asin Yes, tampak bersemangat mengawasi jalannya acara.
Ia menuturkan bahwa pertunjukan atraksi barongsai Brebes ini adalah upaya nyata melestarikan budaya sambil memupuk toleransi.
“Ya, acara pada hari ini kita lakukan dalam perayaan Imlek di tahun 2026 bersama rekan-rekan Barongsai di kilometer 260 Banjaratma di Kota Brebes untuk memeriahkan acara Imlek di tahun ini, di tahun kuda api,” ujar Dhani.
“Supaya para pengunjung juga warga menikmati semua. Jadi kita berbaur, berbagi rasa, dan juga saling toleransi ada dalam kebudayaan kita yang beraneka ragam,” sambungnya.
Acara ini menjadi penutup perayaan Imlek yang sarat makna. Dhani berharap, semangat yang dibawa naga dan barongsai dapat membawa kemajuan.
“Semoga di tahun Imlek 2026 ini kita semakin maju, semakin dinamis, dan semakin jaya. Brebes Beres,” katanya
Penari barongsai yang didatangkan khusus dari Ciledug tampil memukau, meliuk lincah di atas tiang-tiang tinggi.
Persiapan mereka tidak main-main. Untuk pertunjukan naga yang lebih kolosal, tim melibatkan setidaknya sembilan orang demi menghasilkan gerakan yang sinkron dan penuh filosofi.
Yohanes, Ketua Tim Barongsai, menjelaskan bahwa pertunjukan ini sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari momen Imlek.
“Seperti yang sudah lalu-lalu, setiap perayaan Imlek itu dimeriahkan oleh kebudayaan Barongsai gitu. Adapun ini sudah menjadi satu kebudayaan yang sudah berlanjut. Sudah biasa lah, sudah jamak,” tuturnya.
Kemeriahan dan ketertiban menjadi catatan penting dalam event kali ini.
Didukung penuh oleh sponsor besar seperti Danantara Indonesia, PP Sinergi Banjaratma, Waskita, dan tentu saja Toko Telur Asin Yes. (Olam).











