Sinjai, Suara Jelata—Wakil Bupati Kepulauan Selayar periode 2025–2030, Drs. H. Muhtar, M.M terharu dengan pencapaian salah santri pondok pesantren darul ihsan Sinjai.
Khataman hafalannya itu berhasil diselesaikan setelah selama 2,5 tahun mondok di Pesantren Darul Ihsan yang berlokasi di Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai.
Santri tersebut adalah Muh. Fauzan (17) yang berhasil menghatam hafalan Al Qur’an 30 Juz.
Fauzan merupakan santri berprestasi asal Kabupaten Selayar dan berasal dari keluarga kurang mampu.
Acara khataman Al Qur’an itu berlangsung di Mesjid Pondok Pesantren Darul Ihsan, pada Rabu, 18 Februari 2026 sore.
Mendengar prestasi itu, Wabup Selayar terharu dan menyatakan kesiapannya untuk membantu beasiswa pendidikan tinggi bagi Fauzan.
Beasiswa tersebut diberikan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin, khususnya Jurusan Budidaya Laut dan Pantai pada Fakultas Vokasi.
Jurusan ini dinilai sangat relevan dengan potensi kemaritiman Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai daerah kepulauan dengan sumber daya laut yang melimpah.
Muh. Fauzan adalah Putra dari pasangan Akbar Ahmad dan Indo Tang, warga Dusun Timur, Desa Latondu, Kecamatan Taka Bonerate, Kepulauan Selayar.
Ayahnya Akbar Ahmad adalah seorang nelayan, dan Ibunya Indo Tang hanya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).
Muh. Fauzan menyampaikan rasa syukur dan bahagianya setelah menghatamkan hafalan 30 Juz-nya.

Dia bersyukur dan terima kasihnya kepada para guru Madrasah Aliyah dan para pembinanya di Pesantren Darul Ihsan yang selama dirinya menjadi santri telah mendidiknya dengan penuh disiplin.
Ia mengaku saat ini dirinya duduk di Kelas XII Madrasah Aliyah Darul Ihsan Salohe, Sinjai. Dia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.
Saat SD dan SMP dia bersekolah di Latondu, selanjutnya saat lulus dari SMP Satap Latondu ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah / Pondok Pesantren Darul Ihsan, Sinjai.
Kata Fauzan, dorongan orang tua dan keluarganya terhadap pendidikan anak-anaknya begitu besar apalagi di bidang agama.
Kini jejaknya sebagai santri di Ponpes Darul Ihsan, juga diikuti oleh adiknya.
Adiknya seorang perempuan dan baru kelas X di Madrasah Aliyah, masuk pondok pada tahun 2025 lalu.
”Insya Allah, 10 Ramadhan nanti baru saya balik ke Latondu. Kebetulan kami libur. Nanti setelah lebaran baru masuk kembali ke Pondok,” tutur Fauzan.
Pelaksana Harian Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ihsan, Ustadz Mansyur mengatakan bahwa Muh. Fauzan telah menjalani perjuangan yang luar biasa selama menjadi santri.
Meski tidak dihadiri langsung oleh kedua orang tuanya, Ustadz Mansyur menuturkan bahwa acara khataman hafalan Muh. Fauzan, sempat dihadiri oleh pihak keluarga, yang diwakili oleh tantenya.
”Dihadiri tantenya, kalau tidak salah saudari dari mamanya,” kata Ustadz Mansyur.
Ustadz Mansyur pun menyampaikan apresiasinya dan rasa bangga atas pencapaian santrinya tersebut.
Ia berharap ilmu yang telah didapatkan, dan hafalan Al Qur’an agar tetap dijaga.











