PENDIDIKAN

Kiat Jaga Kebugaran Tubuh Selama Bulan Ramadan

×

Kiat Jaga Kebugaran Tubuh Selama Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Kiat jaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Mahathir (kanan). (foto: Redaksi)

Suara Jelata Puasa Ramadan merupakan suatu bentuk pengendalian diri yang berdampak pada perubahan fisiologis tubuh, terutama dalam hal pola makan, keseimbangan energi, hidrasi, serta ritme sirkadian. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat yang tepat.

Upaya menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadan perlu dilakukan melalui pendekatan yang terencana. Antara lain meliputi pemenuhan kebutuhan nutrisi, hidrasi, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

Scroll untuk lanjut membaca
Scroll untuk lanjut membaca

Asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka puasa berperan penting dalam mempertahankan kapasitas energi tubuh selama berpuasa. Karbohidrat kompleks berfungsi sebagai sumber energi jangka panjang, sedangkan protein berperan dalam pemeliharaan serta perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, vitamin dan mineral yang diperoleh dari buah dan sayuran berkontribusi dalam menjaga fungsi sistem imun serta proses metabolisme tubuh.

Keseimbangan cairan tubuh juga menjadi faktor krusial dalam menjaga performa fisik. Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kelelahan, serta menurunnya kapasitas kerja otot. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan cairan secara bertahap sejak berbuka hingga sahur diperlukan untuk mempertahankan homeostasis tubuh.

Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang tetap dianjurkan selama bulan Ramadan guna menjaga kebugaran jasmani. Latihan seperti berjalan kaki, peregangan, atau senam ringan dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan efisiensi kerja sistem kardiovaskular. Waktu pelaksanaan aktivitas fisik yang direkomendasikan adalah menjelang berbuka puasa atau setelah berbuka, dengan durasi latihan berkisar antara 20–30 menit.

Selain itu, kualitas tidur yang memadai berperan dalam proses pemulihan fisiologis serta menjaga stabilitas fungsi imunologis. Gangguan pola tidur selama bulan puasa berpotensi mempengaruhi keseimbangan hormon serta tingkat kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Dengan penerapan pola makan yang tepat, pemenuhan kebutuhan cairan, aktivitas fisik yang terukur, serta istirahat yang cukup, kebugaran tubuh dapat dipertahankan secara optimal selama bulan Ramadan. Sehingga individu tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasanya. (*)

Penulis:
Mahatir
Ketua KKG PJOK Mamajang
Kota Makassar, Sulsel