BREBES JATENG, Suara Jelata – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes meluncurkan transformasi signifikan, menjadikan senyum dan keramahan petugas sebagai inti pelayanan untuk meredakan kecemasan pasien di Kabupaten Brebes.
Suasana berbeda kini menyelimuti koridor RSUD Brebes. Dulu, langkah kaki pasien sering diiringi rasa cemas, ketakutan akan hasil pemeriksaan, bahkan kelelahan perjalanan jauh.
Kini, semua itu coba ditepis oleh sapaan hangat, respons cekatan, dan tatapan penuh empati dari para petugas.
Keramahan bukan lagi sebatas tempelan, ia telah menjelma budaya kerja yang hidup dan terasa hingga ke relung hati.
Perubahan ini bukan tanpa sebab. Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE. MM, pernah dengan tegas menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di kabupaten ini.
“Pelayanan harus maksimal dan ramah. Kami akan menindak tegas setiap petugas yang memberikan pelayanan tidak baik, termasuk bagi pasien BPJS,” tandasnya kala itu, menanggapi keluhan publik yang kerap bergema.
Arahan sang Bupati sontak menjadi pelecut. Manajemen RSUD Brebes, di bawah komando drg. Adhi Supriadi, M.Kes, langsung tancap gas. Mereka tak main-main.
“Kami ingin setiap pasien merasa tenang dan aman saat berada di sini. Senyum dan keramahan petugas adalah bentuk dedikasi kami untuk melayani dengan sepenuh hati,” ujar Direktur RSUD Brebes drg. Adhi Supriadi, M.Kes, Pada Senin (29/02/2026).
Ia menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan pasien selalu menjadi fokus utama.
Transformasi pelayanan publik di rumah sakit ini tak berhenti pada senyum saja.
Wakil Direktur Pelayanan, Pengendalian dan Mutu RSUD Brebes, dr. Aries Suparmiati, M.Sc, Sp.A., menjelaskan, keramahan adalah bagian integral dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kenyamanan pasien, didukung fasilitas yang semakin modern.
“Kita sadar, antrean panjang bisa membuat pasien kesal. Namun, senyum tulus dari petugas seringkali menjadi penyegar yang membuat suasana lebih ringan. Ini membuktikan bahwa sentuhan humanis sama pentingnya dengan obat-obatan medis,” jelas dr. Aries.
Ia menambahkan, inovasi layanan manusiawi ini meluas hingga ke sistem. Hadirlah SIPOSAN RAMAH (Sistem Informasi Posisi Antrean Ramah) untuk pasien rawat jalan, serta penyederhanaan layanan BPJS yang kini cukup dengan KTP saja.
Bukan itu saja. RSUD Brebes juga menyediakan layanan eksekutif yang personal dan fasilitas berkembang seperti layanan jantung invasif, demi menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang kian kompleks.
Hasilnya? Langsung terasa. Seorang pasien dari Tanjung tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
“Saya kira pelayanan rumah sakit daerah biasa saja, ternyata salah total! Dari pendaftaran sampai ke poli, semua petugas senyum dan sabar menjelaskan setiap langkahnya,” tuturnya sumringah.
Siti (40), pasien lainnya, juga merasakan sentuhan kemanusiaan yang mendalam.
“Saat saya cemas menunggu hasil lab, perawat di ruang tunggu sempat datang menanyakan kabar dan memberi semangat. Itu mungkin hal kecil bagi mereka, tapi bagi saya artinya sangat besar,” ujarnya dengan suara penuh haru.
Dengan kombinasi tenaga medis kompeten dan keramahan tulus, RSUD Brebes kini bukan hanya tempat menyembuhkan penyakit fisik—melainkan juga mitra yang peduli terhadap kesembuhan emosional setiap pasiennya. (Olam).











