KOTA MAGELANG JATENG, Suara Jelata – Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa tengah Willayah VIII menyelenggarakan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FSLS3N) Disabilitas. Kegiatan berlangsung di Gedung Bakorwil II Jateng, Jalan P. Diponegoro, Kota Magelang, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SLB se-Cabdin Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah VIII. Yaitu terdiri dari 8 SLB di Kabupaten Temanggung, Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, karena berkurang dari Kabupaten Purworejo yang bergabung di Cabdin Pendidikan Propinsi Wilayah IX.
FLS3N ini memperlombakan 15 Cabang Lomba. Yaitu Lomba Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Bercerita, Mewarnai, Cipta Baca Puisi, Cipta Komik Strip, Desain Grafis, Fashion Show, Fotografi, Menari, Melukis, MTQ, Pantomime, Seni Peran, Pencak Silat.
Acara dibuka oleh Khamidin, S.Sos. Kepala Tata Usaha Cabdin Pendidikan Wilayah VIII, mewakili Kepala Cabdin. Dalam sambutannya ia mengajak para peserta untuk bersemangat dan memberikan yang terbaik.
Perlombaan tersebut diikuti sekitar 57 peserta dari 8 Sekolah Luar Biasa (SLB). Sebagai juara umum adalah SLB Negeri Temanggung dengan memenangi 7 perlombaan dari 15 cabang lomba. Disusul oleh SLB Negeri Magelang dengan memenangi 3 cabang lomba, SLB Ma’arif Muntilan dan SLB-B YPPALB dengan memenangi 2 cabang lomba. Kemudian SLB Bina Kasih Srumbung yang memenangi 1 cabang lomba.
Ketua Panitia FLS3N Disabilitas tingkat Cabdin Pendidikan Wilayah VIII, Roykhan Mubarak, M.Pd. menyampaikan maksud dan tujuan perlombaan ini adalah sebagai ajang kerativitas seni bagi para siswa SLB.
Dalam upacara penutupan lomba Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Ainur Rojik, S.Pd., M.Eng mengucapkan terima kasih kepada para peserta dan juga pendamping yang telah memberikan yang terbaik.
“Kami berharap yang mendapatkan juara bisa membawa nama Cabdin Pendidikan VIII untuk berjuang di tingkat provinsi,” harapnya.
Harapan senada disampaikan Pengawas SLB, Drs. Sugiranto, M.Pd. Pengawas. Ia menandaskan, para juara untuk lebih mencermati juknis yang ada, karena persaingan di tingkat provinsi sangat ketat. (Nar)











